Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

9 Rumah Warga Kalirejo Grobogan Rusak Parah Diterjang Longsor

MuriaNewsCom, Grobogan – Sedikitnya ada sembilan warga di Desa Kalirejo, Kecamatan Wirosari, Grobogan terancam kehilangan tempat tinggal. Kondisi ini terjadi menyusul adanya musibah longsor yang menggerus talud sungai Lusi di belakang pemukiman warga.

Ironisnya, musibah longsor itu sudah terjadi sekitar delapan bulan lalu. Namun, hingga saat ini, belum ada upaya penanganan dari instansi terkait.

Lambannya penanganan menyebabkan longsornya talud makin bertambah parah. Akibatnya, sudah ada sembilan rumah warga rusak parah. Bahkan, diantaranya ada yang sudah roboh separuh bangunan rumahnya.

Beberapa warga ada yang menggeser maju bangunan rumahnya karena khawatir roboh kena longsor. Kemudian, ada warga yang sudah membangun rumah lagi di lokasi lainnya.

“Dari sembilan orang ini, ada yang sudah pindah total ke lokasi lain, yakni Suwardi. Kemudian yang rumahnya digeser ke depan adalah Mbah Kariyem dan Mbah Supardi. Untuk Mbah Suwarsi, ada dua bangunan rumahnya dibagian belakang yang dipindah ke lokasi lainnya. Sedangka satu bangunan rumah bagian depan saja masih berdiri dan ditempati,” jelas Kepala Dusun Kalirejo Darno, Jumat (23/2/2018).

Kondisi longsor di Desa Kalirejo, Kecamatan Wirosari yang mengancam tempat tinggal sembilan warga setempat.(MuriaNewsCom/Dani Agus)

Talud yang longsor itu panjangnya mencapai 70 meter dengan lebar dari pinggir sungai berkisar 50 meter. Tanah yang longsor punya kedalaman hampir 3 meter.

Warga yang terkena dampak longsor paling parah ada sembilan orang. Yakni, Ngadi (45), Radiyem (40), Karsono (50), Supardi (67), Suwarsi (77), Budi Santoso (30). Kariyem (70), Suwarjo (40) dan Suwardi (43). Kesembilan warga yang bekerja sebagai petani ini tercatat tinggal di Dusun Kalirejo, RT 05, RW 02.

“Kondisi longsoran yang ada di Dusun Kalirejo ini sudah sangat parah. Kami berharap, ada upaya penanganan longsoran karena sudah mengancam bangunan rumah warga. Sebelumnya, longsoran sempat ditinjau dari beberapa instansi tetapi belum kunjung ada penanganan,” kata Darno yang lebih dikenal dengan nama Mbah Who itu.

Terkait kondisi tersebut, pihaknya telah mengimbau warga terdampak longsor agar selalu waspada. Terutama, mewaspadai pergerakan tanah ketika turun hujan deras.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...