Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Puluhan Petani di Salem Brebes Tertimbun Longsor, Masih Ada yang Hilang

MuriaNewsCom, Brebes – Bencana tanah longsor terjadi di Pegunungan Lio, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Brebes, Kamis (22/2/2019). Longsor terjadi pada pagi hari saat petani tengah beraktivitas di sawah.

Akibatnya, puluhan petani tertimbun material longsor. Laporan sementara ada 21 warga yang tertimbun longsor. Dari jumlah itu, belasan orang berhasil dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka, sementara korban lainnya masih belum ditemukan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes, Eko Andalas, memastikan ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun pihaknya belum bisa memastikan berapa jumlahnya.

“Ada korban jiwa, namun jumlahnya belum dipastikan karena ini sedang pendataan. Ini kami mau ke lokasi,” ucap Eko kepada wartawan.

Longsor di daerah perbukitan itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Berdasarkan data sementara, ada 14 orang yang terluka yang saat ini dirawat di Puskesmas Bentar Salem.

Lokasi longsoran yang menimbun puluhan warga di Kecamatan Salem, Brebes. (istimewa)

Camat Salem, Apriyanto Sudarmoko juga membenarkan ada 17 warga yang dirawat di puskesmas. Selain itu, ada tujuh wrga lain yang dirawat di rumah penduduk setelah berhasil ke luar dari longsoran.

“Tanah perbukitan di Pasirpanjang longsor tadi pagi. Sebelah timur menimbun persawahan dan sebelah barat menimbun jalan utama Gunung Lio,” kata Apriyanto Sudarmoko.

Menurut dia, material longsoran selain menumbun petani juga menimbun dua pengendara motor yang tengah melintas. Dua pengendara itu berhasil diselamatkan dan dirujuk ke Rumah Sakit Majenang.

Jalan yang tertimbun longsor merupakan jalur utama dari Brebes menuju Majenang Cilacap melalui Kecamatan Banjarharjo dan Salem.

Ia juga menyebut, pihaknya belum bisa mendata secara pasti jumlah korban dalam peristiwa itu. Karena menurutnya, personel masih sibuk melakukan pencarian warga yang masih tertimbun.

“Kemungkinan ada yang masih tertimbun, ini kami masih mendata semua. Terakhir ada 11 yang belum diketemukan. Para relawan juga belum bisa terjun ke lokasi karena masih ada pergerakan tanah,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...