Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ada Ulama Dianiaya, Polda Jateng Ikut Razia Orang Gila

0 880

MuriaNewsCom, Semarang – Polda Jawa Tengah menginstruksikan jajarannya untuk ikut melakukan razia terhadap orang gila yang berkeliaran di jalanan. Instruksi ini dilakukan, sebagai upaya untuk menekan adanya gangguan keamanan dan mencegah munculnya provokasi.

Kebijakan ini diambil sebagai imbas peristiwa penyerangan tokoh agama dan tempat ibadah di Jawa Timur, dengan pelaku orang gila. Razia ini telah dilakukan di beberapa tempat di Jateng dengan menggandeng Dinas Sosial.

”Di Cilacap, Kebumen dan Solo sudah dilakukan bersama Dinas Sosial. Ada 20 (orang gila) yang didapat,” kata Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Rabu (21/2/2018).

Ini dikatakan kapolda di sela-sela Rakernis Intelkam tahun 2018 di Hotel Patrajasa, Semarang. Rapat kerja ini digelar untuk mengurangi ganguan kamtibmas slama pilkada serentak 2018.

Seperti diketahui sebelumnya, KH Hakam Mubarok, pengasuh Ponpes Muhammadiyah di Karangasem, Paciran, Lamongan diserang orang gila hingga mengalami luka-luka. Beberapa waktu lalu, Masjid Baiturrahim di Jalan Sumurgempol Nomor 77 Karangsari, Tuban, Jawa Timur juga dirusak orang yang diduga mengalami gangguan jiwa.

Kapolda menyebut, jajaran intel telah diperintahkan untuk melakukan deteksi dini. Sehingga peristiwa yang terjadi di Jawa Timur tak terjadi di provinsi ini, karena berpotensi memicu provokasi dan kerusuhan. “Penekanan ke jajaran intelejen harus deteksi dini untuk mereduksi ganggaun kamtibmas,” ujarnya.

Kapolres Tegal Kota AKBP Jon Wesly Arianto bersilaturahmi ke Ponpes Al Hikmah Benda. (Humas Polres Tegal Kota)

Jajaran kepolisian diperintahkan melakukan pendekatan ke tokoh-tokoh agama dan pondok pesantren, serta ikut salat berjamaah di pondok tersebut.

“Untuk pejabat Polda Jateng bersilaturahmi ke ulama, pendeta, dan sebagainya. Misal (untuk muslim), bermalam di pondok pesantren, melaksanakan tabligh akbar dan solat subuh berjamaah, ikut ke pondok dan masjid,” terangnya.

Untuk saat ini, hasil deteksi dini gangguan kamtibmas baik yang membawa unsur agama atau Pilkada di Jawa Tengah masih kondusif. Namun Condro meminta anggotanya tidak lengah agar tidak ada provokasi menggunakan unsur-unsur tersebut.

“Kita tidak ingin ada provokasi dengan isu agama. Hasil deteksi, di Jateng kondusif aman,” pungkasnya.

Langkah pendekatan ke tokoh agama dan pengasuh pondok pesantren ini telah dilaksanakan di setiap jajaran polres, hingga ke tingkat polsek. Seperti yang dilakukan Kapolres Tegal Kota AKBP Jon Wesly Arianto beserta sejumlah pejabat utamanya, yang mengunjungi sejumlah ulama dan ponpes. Salah satunya Pondok Pesantren Al Hikmah Benda, Selasa (20/2/2018) petang dan disambut pengasuh ponpes KH Labib Shodiq Sukhaemi.

Kapolres mengatakan, melalui kunjungan tersebut pihaknya berharap bisa terjalin hubungan silaturahmi antara pondok pesantren dengan Polres. Ia berharap agar para santri membantu Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Saya juga berharap agar para santri pondok pesantren tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif atau isu-isu dan informasi yang beredar dan belum tentu kebenaranya,” ujar AKBP Jon Wesly.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.