Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sudirman Bakal Rombak Kartu Tani yang Dipopulerkan Ganjar

0 1.276

MuriaNewsCom, Semarang – Calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said menyatakan akan merombak pelaksanaan program Kartu Tani. Program ini menjadi unggulan Ganjar Pranowo, selama menjabat sebagai gubernur, bahkan juga diadopsi oleh pemerintah pusat.

Alasan Sudirman Said ingin merombak program ini, karena ia menyebut ada banyak kekurangan dalam pelaksanaanya. Ia menyebut, dalam setiap pertemuan dengan petani, keluhan soal kartu petani selalu muncul.

“Suara petani di mana-mana sama. Kartu petani bukannya memudahkan malah menyulitkan petani,” kata Sudirman.

Mantan Menteri ESDM mengakui, konsep dan niat program kartu tani sejatinya baik. Hanya saja menurutnya, pelaksanaannya harus ditata ulang. Prinsipnya harus sederhana dan memudahkan petani, bukan sebaliknya.

“Eksekusinya kedodoran karena kurang persiapan dan sosialiasi. Semangatnya mendorong transaksi nontunai, tapi petani kita belum seluruhnya siap,” ujarnya.

Dalam beberapa kesempatan dialog dengan sejumlah kepala desa dan pengurus Gapoktan, Dirman menyatakan akan memperbaiki cara pelaksanaan Kartu Tani. Sehingga bukan saja memudahkan tetapi juga menguntungkan buat petani.

“Kalau saya terpilih jadi gubernur, kita akan revisi total cara pelaksanaanya.  Prinsip sederhana dan memudahkan harus diterapkan.  Kartu Tani harus memudahkan hidup petani yang sudah sulit, bukannya menambah kesulitan,” papar dia.

Sementara itu, dalam beberapa kesempatan Ganjar Pranowo menyebut jika program Kartu Tani sudah cukup berhasil. Bahkan program ini telah diadopsi oleh pemerintah pusat untuk diterapkan di seluruh Indonesia.

Launching Kartu Tani. (dok)

Bahkan sejak Kartu Tani diaplikasikan di Jawa Tengah, tidak pernah terdengar ada kasus penyelundupan pupuk seperti tahun-tahun sebelumnya.

Baca : Kartu Tani Diklaim Berhasil Berantas Mafia Pupuk di Jateng

Ganjar mengatakan, keberadaan Kartu Tani adalah salah satu modernisasi pertanian. Sebab di dalam Kartu Tani terdapat data luas lahan, jumlah pupuk dan juga komoditas pertanian yang ditanam.

“Jadi pemerintah juga bisa melihat komoditas yang ditanam apa. Itu bisa untuk mengetahui kalau harga naik, sebentar lagi ada yang panen atau tidak. Ini kan mempermudah,” katanya.

Dikatakannya, ide Kartu Tani didasari oleh dua hal. Yakni maraknya penyelundupan pupuk bersubsidi yang mengakibatkan kelangkaan pupuk di suatu wilayah. Selain itu data petani yang amburadul, sehingga program bantuan pertanian sering tidak tepat sasaran.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pertanian Indonesia (SINPI) jumlah petani di Jateng (per Desember 2017) sebanyak 2.576.676 orang dan luas lahan pertanian 1.386.062 hektare.

Kartu Tani yang telah tercetak sebanyak 2.228.839 lembar. Dari jumlah tersebut telah dibagikan kepada petani sebanyak 2.147.454 lembar, atau sudah 96 persen terdistribusi.

Meski demikian, diakuinya beberapa kekurangan dalam penerapan kartu tani masih ada. Sebab sebuah sistem baru tidak mungkin bisa langsung terlaksana sempurna 100 persen.

”Selain penyempurnaan sistem yang terus dilakukan, keberhasilan Kartu Tani juga membutuhkan dukungan dari petani untuk mengubah paradigma dari pertanian tradisional ke pertanian modern,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Ucapan Idul Fitri 1441 H Banner Bawah PC

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.