Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Seorang Nenek di Pekalongan Tewas Terpanggang di Rumah Dokter

MuriaNewsCom, Pekalongan – Seorang nenek bernama Sri Purwatiningsih (70), tewas terpanggang di rumah yang juga menjadi tempat praktik dokter di Dukuh Wora Wari Kidul, Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap, Pekalongan, Senin (19/2/2018) malam.

Rumah yang terbakar tersebut merupakan milik dr Choirul Hadi, yang merupakan anak dari korban. Saat kejadian, korban tinggal sendirian di dalam rumah, sementara dr Choirul sedang ke luar.

Dalam peristiwa tersebut ada dua rumah yang terbakar, yakni rumah milik dokter dan pengusaha rias pengantin. Kebakaran terjadi sekitar pukul 18.30 WIB dan baru bisa dipadamkan pada pukul 20.30 WIB, setelah sejumlah unit mobil pemadam dikerahkan.

Kasubbag Humas Bag Ops Polres Pekalongan AKP M.Dahyar mengatakan, untuk memadamkan api pihaknya bekerjasama petugas kebakaran dengan mengerahkan tiga unit mobil pemadam. Pihak keamanan sempat kesulitan memadamkan api, lantaran banyaknya masyarakat ingin melihat langsung peristiwa yang terjadi.

”Ada satu korban yang terjebak dan meninggal sudah kami evakuasi. Kami meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab kebakaran ini,” katanya.

Api membakar rumah praktik dokter di Pekalongan dan menyebabkan seorang nenek terbakar. (Polres Pekalongan)

Kebakaran hebat yang terjadi usai Maghrib itu ditengarai akibat hubungan arus pendek (korsleting) listrik. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, api kali pertama muncul dari bagain atas rumah.

Banyaknya bahan-bahan yang mudah terbakar, menyebabkan api dengan cepat membesar dan merembet ke rumah yang ada di sebelahnya. Korban yang saat itu tengah tidur di dalam rumah, terjebak api hingga akhirnya tewas terpanggang.

“Malam itu warga berusaha memadamkan namun kewalahan karena kobaran api yang cepat membesar,” ucap Huda tetangga korban.

Setelah tim pemadam datang ke loaksi dan menjinakkan api, tubuh korban yang terbakar baru bisa dievakuasi. Tubuh korban kemudian dibawa ke RSI Pekajan untuk dilakukan pemeriksaan.

Setelah proses rampung, Selasa (20/2/2018) hari ini jenazah korban langsung dimakamkan.

Sementara pihak kepolisian masih mendalami kasus ini. Termasuk memastikan penyebab kebakaran dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Penyebabnya masih kami dalami lagi, untuk korban meninggal satu orang,” ucap Kasatreskrim Polres Pekalongan, AKP Agung Ariyanto.

Selain menyebabkan satu orang meninggal dunia, kebakaran itu juga menimbulkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp 200 juta. Karena seluruh isi rumah termasuk alat-alat praktik kedokteran ikut hangus.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...