Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Banjir Tak Kunjung Surut, Ratusan Warga Desa Jati Wetan Mengungsi di Balai Desa

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan warga Desa Jati Wetan mengungsi ke balai desa setempat akibat banjir yang tak kunjung surut. Hingga Senin (19/2/2018) pagi terdapat 238 orang yang tak dapat pulang ke rumah karena banjir terus meninggi semenjak hari Jumat (16/2/2018).

Lamini (60) warga Desa Jati Wetan RT 1 RW 3 mengaku, banjir sudah melanda sejak 12 hari lalu. Namun, sejak Jumat lalu air yang masuk ke rumahnya kian meninggi.

Hal itu jelas mengganggu aktifitas kesehariannya. Belum lagi rasa gatal yang menyerang, akibat rendaman banjir yang tak kunjung surut.

“Di halaman rumah saya itu segini (sambil menunjuk perut) kalau di dalam rumah ya segini, sebetis,” ujarnya, ditemui di Aula Balai Desa Jati Wetan.

Menurutnya, sebelum mengungsi ke Aula balai desa, ia sebelumnya menumpang di rumah anak-anaknya. Namun karena mobilitasnya terganggu, ia akhirnya memilih mengungsi ke aula, bersama anaknya yang paling kecil.

Evi warga RT 4 RW 3 Dukuh Tanggul Angin, Desa Jati Wetan mengaku, rumahnya sudah tergenang sejak 15 hari belakangan. “Kalau ngungsinya baru hari Jumat kemarin, karena air terus meninggi dan tak kunjung surut,” tuturnya.

Menurut pengalamannya, air baru berangsur surut jika hujan tak mengguyur dan air di Sungai Wulan, telah surut. Hal itu karena, kondisi tanah yang ada di kampungnya memang cekung.

Data dari Pemerintah Desa Jati Wetan, ada 73 Kepala Keluarga yang menungsi. Jumlah itu terdiri dari 238 jiwa, yang tinggal di tiga Dukuh yakni Tanggulangin, Gendok dan Barisan meliputi RT 1,2,4,5 dan 6 RW 3.

Adapun, jumlah balita terdiri atas 24 jiwa, anak-anak 74 jiwa, Dewasa 135 jiwa, lanjut usia 5 jiwa. “Ada yang sudah pulang ke rumah mereka sebanyak satu Kepala Keluarga berjumlah 2 jiwa,” ujar Sekretaris Desa Jati Wetan Much. Yakub.

Menurutnya, banjir tak kunjung surut karena debit sungai Wulan tak kunjung berkurang. Selain itu, lokasi perkampungan memiliki kontur tanah yang cekung.

“Lokasi kita berdekatan dengan Sungai Wulan, sementara debit air di sungai itu masih banyak, air yang dari wilayah Kota Kudus, lewatnya di daerah kita. Alhasil air tak bisa langsung ke Wulan,” terangnya.

Di samping itu, gencarnya pembangunan perkampungan maupun pabrik disekitar desa juga turut andil. Ia berkata, pihaknya ingin agar di desa tersebut dibangun embung agar dapat menampung air sebelum akhirnya dibuang ke Sungai Wulan.

“Hingga kini kami mengajukan untuk merealisasikan hal itu belum bisa,” kata dia.

Terkait kebutuhan dasar pengungsi yang ada di Aula Desa Jati Wetan, pihaknya mengaku sudah terpenuhi. Setiap hari BPBD dan Tagana bersiaga untuk menyediakan konsumsi bagi pengungsi. Selain itu, dari dinas kesehatan juga menyiagakan petugas dari Puskesmas yang selalu di rolling untuk berjaga melayani warga‎.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...