Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Debit Air Terus Naik, Warga di Sepanjang Aliran Sungai Lusi Grobogan Siaga Banjir

MuriaNewsCom, Grobogan – Kewaspadaan terhadap ancaman banjir saat ini harus lebih ditingkatkan. Khususnya bagi mereka yang tinggal di sepanjang aliran dua sungai besar di kota Purwodadi. Yakni, Sungai Lusi dan Glugu. Kondisi ini dipicu naiknya elevasi sungai itu seiring turunnya hujan deras didaerah hulu dalam beberapa hari terakhir.

Dari pantauan di lapangan, kondisi Sungai Lusi di utara kota Purwodadi sudah mulai penuh airnya. Kondisi elevasi atau ketinggian air sudah hampir sejajar dengan tanggul sungai.

Naiknya elevasi tersebut sudah menggenangi jalan dan menjangkau ke areal permukiman. Antara lain, di Desa Jono, dan Mayahan (Kecamatan Tawangharjo), Getasrejo dan Rejosari (Kecamatan Grobogan) dan Desa Menduran (Kecamatan Brati). Kemudian, diwilayah Kecamatan Purwodadi ancaman banjir sudah terlihat di Desa Karanganyar serta sebagian wilayah kota. Seperti kampung Jetis, Jajar dan Kemasan.

”Sejak tadi malam, kita sudah diminta waspada. Soalnya, ketinggian air sungai Lusi naik terus,” kata Agus Winarno, warga Kampung Jajar, Purwodadi.

Sejumlah anak kecil bermain ditengah banjir yang melanda Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan Agus Sulaksono menegaskan, dalam beberapa hari terakhir, memang terjadi kenaikan elevasi sungai-sungai diwilayahnya. Untuk itu, ia meminta masyarakat agar waspada terhadap ancaman banjir.

Meski meminta waspada, masyarakat diminta tidak perlu panik. Soalnya, pihak BPBD dan instansi terkait lainnya terus melakukan monitoring dan sudah menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan.

Menurut Agus, naiknya elevasi sungai, khususnya sungai Lusi itu memang sudah diantisipasi jauh hari sebelumnya. Semua petugas penanganan bencana sudah diminta siaga serta memonitor elevasi sungai secara rutin. Selain itu, anggota juga sudah menyiapkan peralatan penanganan banjir jika sewaktu-waktu diperlukan.

Dijelaskan, dari pengalaman banjir dua kali pada akhir tahun 2007 lalu memang bisa dipantau dari tingginya elevasi sungai Lusi. Jika elevasi sungai ini tinggi maka aliran air dari sungai Glugu maupun anakan sungai Lusi dari arah pegunungan akan tertahan. Akhirnya, air sungai yang tidak bisa masuk ke sungai Lusi ini akan meluap ke perkampungan penduduk.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...