Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Longsor di Ledokdawan Masih Ditangani, Jalur Kereta Api Solo-Semarang Dialihkan

MuriaNewsCom, GroboganLongsornya talud dipinggir rel tersebut juga membawa dampak terlambatnya kereta api di Stasiun Gundih. Salah satunya adalah kereta penumpang Kalijaga dari Semarang-Solo yang biasanya berangkat pukul 10.57 WIB. Namun, hingga pukul 11.30 WIB, kereta tersebut belum tiba. Meski demikian, para calon penumpang masih tetap menunggu kedatangan kereta menuju Solo.

“Tadi sudah ada pemberitahuan kalau kedatangan kereta ke Solo terlambat. Katanya ada bencana longsor,” kata Tiya, salah seorang calon penumpang kereta di Stasiun Gundih.

Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang Suprapto menyatakan, longsornya talud memang menyebabkan perjalanan kereta sedikit terganggu. Untuk langkah antisipasi, rute kereta terpaksa dialihkan. Yakni, dari Solo Balapan-Gundih-Kedungjati-Brumbung-Semarang Poncol menjadi Solo Balapan-Gundih-Gambringan-Ngrombo-Kedungjati-Brumbung-Semarang Poncol.

“Kita bikin rekayasa pengalihan jalur kereta setelah ada musibah longsor. Proses perbaikan talud longsor ini akan kita lakukan secepatnya agar jalur tersebut kembali normal. Kami mohon maaf atas keterlambatan dan ketidaknyamanan ini,” ujarnya.

Baca: Terkikis Air Sungai, Talud Rel Kereta Api di Ledokdawan Grobogan Longsor

Seperti diberitakan, longsornya talud itu diketahui sekitar pukul 05.00 WIB. Akibat talud yang longsor tersebut, tanah dibawah bantalan rel tergerus sehingga tidak mungkin dilalui kereta. Dilihat dari samping, rel kereta tampak seperti jembatan karena tanah dibawahnya ambrol.

Talud yang longsor tersebut berada dipinggir tikungan sungai. Panjang longsoran mencapai 30 meter, kedalaman 2 meter dan lebar hingga pinggir sungai mencapai 10 meter.

“Longsornya diketahui sehabis Subuh. Sejak beberapa hari terakhir memang hujan deras dan kondisi sungai penuh air,” ujar Kades Ledokdawan Budiyono di lokasi longsor.

Menurutnya, longsornya talud diketahui salah seorang warga yang lewat jalan setapak disisi selatan rel. Sesampai di lokasi, warga tersebut melihat talud rel longsor.

Kejadian itu kemudian segera dilaporkan pada warga setempat yang bekerja jadi pegawai PT KAI. Selanjutnya, informasi itu secepatnya diteruskan ke Stasiun Gundih dan pihak terkait lainnya.

“Saya bersyukur sekali, peristiwa talud longsor cepat diketahui warga. Soalnya, sekitar pukul 06.15 WIB biasanya ada kereta penumpang yang lewat jalur itu,” katanya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...