Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kembali Dilanda Banjir, Warga Sumberejo Berharap Pemkab Jepara Bertindak

MuriaNewsCom, Jepara – Banjir kembali melanda Dukuh Tempur, Desa Sumberejo, Kecamatan Donorojo, Minggu (11/2/2018) dinihari. Peristiwa ini merupakan kali ketiga desa tersebut digenangi banjir, dalam kurun kurang dari seminggu.

Warga meminta Pemkab Jepara segera bertindak, agar kondisi ini tak terus berulang, setiap tahun. Deby Irawan (27) satu di antaranya. Ia mengaku, akibat banjir pada Minggu dini hari, banyak barang-barang elektronik yang rusak.

“Kami tak menyangka banjir kembali melanda. Sebab kemarin (Sabtu,10/2/2018) matahari bersinar. Banjir datang pada Minggu dini hari pada pukul 00.15 WIB, warga tengah terlelap. Sehingga tak bisa selamatkan barang-barang. Saya juga pasrah. Kulkas dan penanak nasi elektronik rusak terkena banjir,” ungkapnya.

Ia menyebut, ketika air mulai menyerbu desa warga yang bersiskamling sudah membunyikan kentongan. Namun terlambat, air terlalu cepat masuk ke desa tersebut. Ketinggian air mencapai 1,5 meter.

“Ya kami inginnya, sungai Tempur pertemuan antara sungai Gedhe dan sungai Cilik disudet, sehingga banjir tak lagi terulang setiap kali hujan deras turun,” pintanya.

Menurutnya, ada dua Rukun Tetangga yang terdampak banjir. Mereka berada di RT 2 dan RT 3, yang berjumlah sekitar 85 rumah.

Adapun, peristiwa pertama terjadi pada Kamis (8/2/2018) dinihari. Kedua pada hari Jumat (9/2/2018) malam dan terakhir pada Minggu (11/2/2018) dinihari.

Camat Donorojo Sutana, mengungkapkan solusi yang paling pas untuk mengatasi banjir Sumberejo adalah membuat sodetan. Sodetan itu, untuk meluruskan alur sungai gedhe.

“Itu kan Sungai Gedhe atau Sungai Pasokan bentuknya melengkung. Jikalau diluruskan maka tak akan terjadi pertemuan tiga sungai di Dukuh Tempur, Desa Sumberejo. Maka hal itu akan mengurangi risiko banjir,” terangnya.

Hanya saja, upaya tersebut tak lantas dapat diterapkan dengan cepat. Mengingat sebagian tanah sungai merupakan milik Perhutani.

“Kami sudah mengarahkan warga untuk melakukan pelaporan kepada Gubernur. Pak Wakil Bupati (Dian Kristiandi) juga sudah sempat melihat lokasi, nanti informasinya akan dibantu dari Dana Alokasi Khusus (DAK) menunggu kondisi benar-benar kondusif,” paparnya.

Guna mengatasi timbulnya kerugian yang lebih besar termasuk korban jiwa, pihaknya sudah membentuk posko di setiap balai desa. Perangkat desa dan warga akan berjaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

“Bukan hanya di Sumberejo, wilayah kami (Donorojo) kan memang rawan longsor dan banjir, maka di setiap balai desa disiagakan warga dan perangkat yang berjaga,” pungkas Sutana.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...