Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pimpinan DPRD Bojonegoro Belajar Prosedur Mendapatkan Pinjaman dari Pihak Ketiga ke Grobogan

MuriaNewsCom, Grobogan – Keberhasilan Pemkab Grobogan bisa mendapatkan pinjaman dari pihak ketiga untuk membiayai perbaikan infrastruktur jalan ternyata mengundang ketertarikan daerah lain untuk menimba ilmu. Salah satunya datang dari DPRD Bojonegoro, Jawa Timur yang datang ke Grobogan, Jumat (9/2/2018).

Mereka yang berkunjung ke Grobogan adalah tiga Wakil Ketua DPRD Bojonegoro . Yakni, Sukur Priyanto, Suyuthi dan Ahmad Sunjani serta sejumlah staf secretariat DPRD Bojonegoro.

Ada beberapa hal yang ingin dipelajari anggota dewan Bojonegoro itu saat berkunjung ke Grobogan. Diantaranya adalah untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai prosedur mendapatkan pinjaman dan masalah pelaksanaan Musrenbang.

Kedatangan rombongan wakil rakyat dari Bojonegoro disambut Sekretaris Daerah Grobogan Moh Sumarsono di ruang wakil bupati. Sejumlah pejabat ikut mendampingi Sumarsono saat menerima tamunya.

Sumarsono menyatakan, pada tahun 2017 ini, pihaknya memang mengajukan  pinjaman sebesar Rp 200 miliar melalui Bank Jateng. Seluruh dana pinjaman dialokasikan untuk perbaikan jalan sepanjang 66,3 km yang sudah selesai dikerjakan pada tahun lalu.

“Masyarakat sudah sangat menantikan perbaikan jalan tetapi anggaran kita terbatas. Salah satu upayanya adalah melakukan pinjaman,” katanya saat menyampaikan penjelasan.

Menurutnya, dalam melakukan pinjaman memang butuh proses cukup panjang. Mulai mempersiapkan rencana, membahas dengan dinas terknis terkait serta harus mendapatkan persetujuan dari DPRD. Setelah itu, perlu pula melakukan pengajuan kepada Mendagri untuk mendapatkan persetujuan.

Sumarsono menjelaskan, tahun 2017 dialokasikan dana sebesar Rp 392 miliar untuk perbaikan jalan sepanjang 141 km yang terbagi dalam 236 paket pekerjaan. Selain pinjaman Rp 200 miliar, dana perbaikan jalan juga berasal dari APBD, dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK) dan bantuan keuangan Provinsi Jateng.

Ia menambahkan, jalan dengan status milik kabupaten panjang keseluruhan ada 890 km. Dari angka ini, jalan yang kondisinya baik baru 58 persen atau sekitar 500 km. Dengan perbaikan tahun ini, ditargetkan bisa mengurangi ruas jalan rusak sekitar 15,5 persen atau sepanjang 141 km.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...