Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Belasan Rumah di Pulokulon Grobogan Terancam Ambles ke Sungai Lusi, 1 Rumah Sudah Roboh

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah warga yang tinggal di Dusun Pelem, Desa/Kecamatan Pulokulon, Grobogan, berharap agar segera ada penanganan tanggul Sungai Lusi yang longsor. Hal itu dikarenakan longsornya tanggul sudah mengancam belasan rumah yang ada di bantaran sungai.

Dari keterangan warga, total ada 14 rumah yang terancam longsor. Masing-masing, 5 rumah di RT 02 dan 9 rumah lainnya di RT 05.

Dari pantauan di lokasi, tanggul yang longsor sudah dekat dengan beberapa bangunan rumah warga di bagian belakang. Bahkan, tanggul longsor sudah sempat merobohkan beberapa rumah warga. Beruntung, rumah yang roboh hanya pada bagian belakang yang digunakan sebagai dapur atau kandang.

“Rumah saya dibagian belakang roboh sekitar bulan Maret tahun 2017 lalu saat sungai penuh air. Kejadiannya pas tengah malam. Waktu itu, saya sudah tidak di rumah karena ketakutan,” kata Suwarti, warga setempat, Kamis (8/2/2018).

Tanggul yang longsor itu posisinya berada pada tikungan sungai. Dengan kondisi ini, tanggul memang rawan longsor ketika arus sungai mengalir deras.

Warga berharap, tanggul yang longsor akibat bencana itu segera mendapatkan penanganan. Sebelum ditangani, warga yang rumahnya dekat dengan bantaran sungai selalu dihantui ketakutan. Terutama, saat ada hujan deras.

Untuk pencegahan, warga menimbun tanggul yang longsor dengan tebon atau batang tanaman jagung. Selain itu, warga juga menancapkan puluhan batangan bambu di lokasi longsor.

“Penanganan ini sifatnya darurat saja. Harusnya memang pakai alat berat dan dikasih pondasi batu yang ditutup kawat atau bronjong. Bencana ini sudah dilaporkan pada instansi terkait. Katanya, akan segera ditangani tetapi sejauh ini belum ada realiasi,” kata beberapa warga lain.

Sekretaris Desa Pulokulon Moch Munasir menyatakan, kondisi longsoran memang sudah sangat membahayakan pemukiman warga. Pihak desa hanya bisa memberikan solusi kepada warganya untuk pindah dan menempati tanah desa yang masih ada dengan sistem sewa.

Alternatif lain, bagi yang tidak mau menempati tanah desa, diimbau untuk tinggal di tempat saudara atau kerabatnya.

“Tanah longsor di pinggir sungai ini sudah terjadi sudah cukup lama dan sudah kita laporkan pada dinas terkait. Kami berharap bisa segera ditangani,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...