Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Perlu Perlakuan Istimewa saat Bersihkan Arca Dewa di Kelenteng Hian Thian Siang Tee Welahan, Begini Caranya

MuriaNewsCom, Jepara – Imlek 2569 segera tiba, ritual pembersihan patung dewa dan alat sembahyang pun dilakukan. Di kelenteng Hian Thian Siang Tee Welahan, ritual tersebut harus dilakukan dengan hati-hati mengingat usia patung dewa yang sudah sepuh.

Diki Sugandi umat dan pengurus Kelenteng Welahan mengatakan, pembersihan patung dewa atau KongCo dilakukan oleh orang khusus. Metodenya pun tak boleh sembarangan.

“Alatnya dengan kuas (pembersih lensa kamera), harus hati-hati sekali karena usia arca sudah tua. Ratusan tahun,” katanya, Rabu (7/2/2018).

Menurutnya, pembersihan dilakukan menyeluruh dengan menyisir lekuk-lekuk patung dan satu persatu. Pada bagian-bagian tertentu, pembersihan menggunakan kuas yang halus.

Sebelum membersihkan arca, petugas yang telah ditunjuk melakukan penghormatan dengan mengatupkan kepalan tangan. Kemudian secara hati-hati, akan dilakukan pembersihan.

Baca: Jelang Imlek Peralatan Sembahyang di Kelenteng Welahan Jepara Dibersihkan

Dalam melakoni tugasnya, seorang pembersih tidak sendiri. Beberapa orang asisten terlihat membantu. Sementara petugas utama membersihkan arca dewa, sang asisten disuruh membersihkan aksesori yang dipakai, seperti singgasana.

“Tidak ada menggunakan alat khusus atau minyak-minyak tertentu, namun demikian harus hati-hati,” ungkap seorang petugas pembersih.

Menurut Diki, di Kelenteng Welahan (Hian Thiang Siang Tee) terdapat banyak arca dewa. Namun demikian, ada lima patung yang utama.

“Yang pertama ada KongCo Hian thian Siang Tee sebagai tuan rumah, kemudian KongCo Kwan Tee Kun dan Khong Hu Cu. Adapula Makco Kwan Im dan Sang Budha,” jelas Diki.

Untuk proses pembersihan, dilakukan selama sehari penuh. Hal itu mengingat banyaknya arca dewa yang ada. Selain patung dewa, adapula lukisan, panji-panji dan Ciamsie atau bambu ramalan yang juga turut dibersihkan.

“Setelah dibersihkan, maka pada hari Jumat depan akan dilakukan sembahyang KongCo naik (nirwana) untuk melaporkan amal perbuatan (umat) yang telah dicatat selama setahun. Kemudian pada tanggal 3 penanggalan Tionghoa, akan dilakukan sembahyang KongCo turun (ke bumi),” ungkap dia.

Sementara itu, pada puncak perayaan Imlek 2018, umat biasanya melakukan ritual sembahyang pada rumah tinggal masing-masing.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...