Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bupati Kudus : Bendungan Logung Solusi Banjir

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa mengatakan banjir di Kota Kretek memerlukan solusi jangka panjang. Bendung Logung menurutnya adalah jawaban, dalam mengendalikan air yang berlimpah di kala musim hujan.

“Jika nanti bendungan air Logung sudah jadi, maka bisa dilakukan kanalisasi ketika ada air bah dari atas (Gunung Muria), sehingga (wilayah bawah) bisa terselamatkan. Mudah-mudahan akhir tahun ini bisa selesai,” ujarnya dihubungi MuriaNewsCom, Selasa (6/2/2018).

Menurutnya, banjir yang terjadi pada Senin (5/2/2016) karena tingginya intensitas hujan. Sehingga beberapa sungai meluap dan sebuah tanggul di Sungai Piji, Desa Hadiwarno ambrol dan meluapkan isinya.

Disinggung mengenai, Tanggul Sungai Piji yang sebelumnya telah retak, Musthofa enggan berkomentar banyak. Lantaran kewenangan perbaikan merupakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Akan tetapi, dirinya tak mau menyalahkan pihak-pihak tertentu.

“Saya tidak menyalahkan BBWS Provinsi, Kudus (pemkab), dinas disini baik PUPR dan BPBD sudah saya perintahkan untuk jaga kebersihan sungai. Banjir kemarin, terjadi karena derasnya air, sekalipun sudah diperbaiki, ya pada akhirnya melimpas,” urainya.

Dirinya meminta, agar kerugian akibat bencana diiventarisir dan kemudian diberikan bantuan.

“Saya sudah meminta kepada BPBD dan pihak terkait memperbaiki tanggul (Sungai Piji) dengan tanah urug dan kantong berisi pasir. Nanti kami cek lagi. Untuk rumah yang terdampak, saya juga sudah minta untuk diinventarisir, kemudian dibantu dengan dana kebencanaan. Meskipun tak langsung, namun perlu proses. Besarannya saya tidak hafal, tapi di angka miliaran,” urainya.

Terakhir ia menyebut, banjir yang terjadi di Kudus lebih bersifat limpasan air sungai. “Itu (banjir) yang terjadi hanya limpasan. Dalam waktu 1,5 jam (bila cuaca cerah) akan cepat surut,” pungkas Musthofa.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...