Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kisah Sofi’i, Korban Banjir Kudus yang Tunggang Langgang Selamatkan Diri dari Air Bah

MuriaNewsCom, Kudus – Sofi’i (37) menjadi saksi jebolnya tanggul Sungai Piji, di Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, Senin (5/2/2018) petang. Ia bahkan tunggang langgang menghindari air bah, sambil menggendong bayinya yang masih merah.

Suami dari Nor Faidah itu bercerita, saat itu kondisi di rumahnya Desa Hadiwarno, RT2 RW 2, sedang turun hujan. Ia bersama istrinya baru saja memandikan anaknya yang berusia dua bulan, Muhammad Nizar Faiz.

Selepas itu, ia menggendong anaknya sambil melihat hujan dan banjir di teras rumahnya. Namun ia tak menyangka, tanggul Sungai Piji yang telah retak itu kemudian ambrol, dan menyembuhkan air bah menerjang kediamannya yang persis di depan tanggul.

“Saat itu seingat saya, dari retakan tanggul Piji tiba-tiba ambrol, dan berlubang. Dari sana air keluar,” Kenangnya, Selasa (6/2/2018).

Panik, ia yang saat itu menggendong bayinya tunggang langgang menuju rumah tetangganya. Istrinya yang masih ada di kamar ia suruh keluar.

“Saya saat itu langsung berteriak memanggil istri saya agar menyelamatkan diri. Sebab dari retakan kemudian ambrol terjadinya sangat cepat tidak ada lima menit. Saya langsung berlari ke rumah tetangga saya yang ada di samping kiri rumah,” tuturnya.

Sesaat setelah ambrol, tanggul Sungai Piji tak hanya memuntahkan bah. Material dari tanggul pun ikut bertebaran, menumbuk apa saja yang ada dijalurnya.

Motor butut milik Sofi’i pun ikut terendam. Sementara barang-barangnya, amblas terbawa air bah.

“Sudah hilang semua (barang-barang) saya. Tinggal beberapa saja yang bisa diselamatkan. Kalau total kerugian sekitar Rp 15 juta,” urainya.

Rumah milik Sofi’i warga Desa Hadiwarno, RT 2 /RW 2 Kecamatan Mejobo yang rusak berat diterjang air bah, akibat jebolnya Tanggul Sungai Piji, Senin (5/2/2018) kemarin. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

Meskipun rumahnya luluh lantak, namun ia bersyukur nyawa anaknya dan istrinya dapat terselamatkan. Kini sembari menunggu pembenahan rumahnya, ia akan menumpang di rumah tetangganya.

“Ya menumpang dulu lah. Harapan saya ya dapat bantuan,” kata buruh serabutan itu.

Edi Prihtianto Ketua RT 2/RW 2 Desa Hadi Warno mengungkapkan. Setidaknya ada 18 rumah yang terdampak ambrolnya tanggul Sungai Piji. Mereka sebagian besar mengungsi ke Puskesmas Mejobo.

“Namun sekarang sudah pulang semua,” jelasnya.

Terkait jebolnya tanggul, saat ini sedang dilakukan perbaikan sementara oleh petugas gabungan. Selain rumah Sofi’i beberapa rumah lain juga terdampak seperti rumah milik ‎Madi, Baidi, Marwan dan Khonduri.

“Kami ya mintanya tanggul ini diperbaiki permanen, wong sebenarnya sudah diusulkan untuk diperbaiki berkali-kali. Namun sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya. Beberapa kali sempat ditinjau dari Provinsi, namun realisasinya belum ada,” tegasnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...