Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bulog Langsung Coret Distributor yang Jual Beras OP Jadi Beras Premium

MuriaNewsCom, Semarang – Badan Urusan Logistik (Bulog) langsung mencoret distributor nakal yang menjual beras operasi pasar (OP) menjadi beras premium. Ini menindaklanjuti penangkapan yang dilakukan Tim Satgas Pangan Polda Jateng, terhadap distributor di Cilacap.

Kepala Bulog Divre Jateng Djoni Nur Ashari menjelaskan, Gudang RMU Berkah sudah beroperasi menjadi distributor beras selama lima tahun lebih, di kawasan Cilacap dan sekitarnya. Tak hanya sebagai distributor saja, melainkan sebagai mitra pengadaaan beras.

“Tentunya atas penyimpangan ini akan diberikan sanksi berupa pencoretan dari daftar mitra,” katanya.

Selain dicoret dari daftar mitra Bulog, pihak Gudang RMU Berkah pun akan dikenakan pasal berlapis yakni dijerat dengan Pasal 144 Undang Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, pasal 110 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Selain itu, pelaku juga dijerat dengan pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) huruf a Undang UndangNomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Diberitakan sebelumnya Tim Satgas Pangan Polda Jawa Tengah berhasil menemukan tindak manipulasi atas penjualan beras di Dusun Suren, Desa Tambakreja, Kecamatan Kedung Reja, Kabupaten Cilacap, menyusul terjadinya lonjakan harga beras di tengah masyarakat.

Baca : Duh! Beras Operasi Pasar Kok Dijual Jadi Beras Premium, Begini Akibatnya

Berdasarkan analisis harga beras di wilayah kabupaten Cilacap, harga beras premium berkisar Rp 10 ribu hingga Rp 11.500 per kilogram. Berangkat dari hasil analisis ini Tim Satgas Pangan Polda Jawa Tengah melakukan penyelidikan di lapangan.

Saat melakukan pengecekan ke gudang beras RMU Berkah, tim Satgas Pangan Polda Jawa Tengah ini menemukan praktik manipulasi beras.

Beras yang seharusnya dijual untuk operasi pasar sesuai harga eceran tertinggi (HET) diproses ulang (dipoles) dan dikemas kembali dijual sebagai beras premium yang harganya lebih mahal, Sehingga, distributor tersebut mendapatkan keuntungan lebih.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengungkapkan, rekanan mitra Bulog ini merukapakan CV milik pelaku berinisial S. Beras hasil manipulasi di jual diwilayah Jawa Barat.

Melalui modusnya menjual beras hasil memanipulasi Gudang beras RMU Berkah pada bulan Januari 2018 lalu mendapat keuntungan Rp 288 Juta lebih.

“Ada dua pelaku yang masih diperiksa oleh tim kami, termasuk pemilik gudang berinisial S. Beras hasil manipulasi oleh S dijual diwilayah Jawa Barat, Sukabumi dan Cianjur,” tuturnya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...