Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jualan Kosmetik Oplosan Lewat Facebook, 2 Warga Pati Ditangkap Polda

MuriaNewsCom, Semarang – Peredaran kosmetik palsu dan tanpa izin semakin marak beredar dan dipasarkan melalui media sosial seperti Facebook (FB). Bahkan mereka berani menyulap kosmetik biasa yang beredar di warung, menjadi obat impor.

Ini yang dilakukan dua warga berinisial SF dan WS. Keduanya kini berurusan dengan Polda Jateng karena menjual kosmetik impor palsu yang diedarkan di wilayah Winong dan Kayen, Kabupaten Pati.

Jajaran Subdit I/Indagsi, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng, juga menyita barang bukti berbagai macam kosmetik palsu dari dua pelaku tersebut.

Kasubit I / Indagsi, AKBP Egy Adrian Suez mengatakan, produk yang mereka jual merupakan produk yang sudah beredar di pasaran. Modus yang digunakan pelaku adalah dengan sengaja memanipulasi agar produk itu terkesan impor.

“Produk ini merupakan produk yang bisa dibeli di swalayan dengan harga terjangkau. Tapi diiklankan di Facebook ini produk berkualitas produk impor, dan tidak ada labelnya,” ujarnya.

Para pelaku sengaja melakukan aksi pemalsuan ini untuk medapat keuntungan yang lebih banyak. Tak sedikit pembeli yang tertipu, karena produk kosmetik yang mereka beli dikira produk impor.

Ia menyebut, produk itu ditawarkan secara online dan transaksinya melalui sistem COD atau dipaketkan.

“Pelaku membeli produk dalam jeriken. Lalu produk tersebut ditempatkan pada botol kecil-kecil dan dioplos. Produk itu tidak ada izin edarnya. Pelaku hanya menempelken stiker krim malam maupun siang,” jelasnya.

Baca : Jualan Obat dan Kosmetik Via Online Kini Diawasi Polisi dan BPOM

Produk yang sebelumnya dibeli seharga Rp 20 ribu, setelah labelnya dilepas dan dioplos, dijual kembali dengan harga Rp 35 ribu.

Menurut dia, Pengungkapan kasus manipulasi kosmetik berasal dari operasi cyber. Diketahui kosmetik tersebut telah diedarkan sejak lama di Facebook. Omzet yang didapat pelaku dari penjualan kosmetik palsu ini juga sangat tinggi, mencapai belasan juta per bulan.

“Prodruk ini ditemukan di wilayah Winong dan Kayen. Dari segi omset setiap bulan wilayah Winong mendapatkan keutungan sebesar Rp 10 juta dan Kayen sebesar Rp 15 juta,” katanya.

Pihaknya masih mengembangkan kasus ini. Termasuk meneliti komposisi produk yang dimanipulasi dan dijual secara online tersebut.

Sementara itu, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menambahkan, penemuan kasus manipulasi kosmetik karena adanya patroli cyber. Dalam modusnya, pelaku juga memasang foto selebriti untuk promosi produk palsu tersebut.

“Selebritis yang menjadi bintangnyapun tidak tahu kalau iklannya seperti ini. Jadi foto-foto itu untuk memancing agar masyarakat menarik. hal inilah yang harus diwaspadai,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...