Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ngaji Budaya KKY: Ajaran Gusjigang Kian Pudar di Tengah Modernisasi

MuriaNewsCom, Kudus – Gusjigang merupakan ajaran dari Sunan Kudus, yang mengajarkan pentingnya akhlak dan agama dalam mengejar materi. Namun sayang, makna tersebut kian kabur di tengah modernitas dan gaya hidup yang mementingkan rupa ketimbang jiwa.

Berangkat dari hal tersebut, Keluarga Kudus Yogyakarta (KKY) menggelar sebuah event bertajuk Ngaji Budaya. Di dalamnya ditampilkan kembali, bagaimana filosofi Gusjigang sebenarnya, dengan pemaknaan Zaman Now.

Bertema Gusjigang Nyawiji ing Sukma, pertunjukan kolosal itu menampilkan ratusan pemain dari seniman tari, teater dan bela diri. Acara itu berlangsung di pelataran parkir Balai Jagong, Wergu Wetan-Kudus, Minggu (4/2/2018) malam tadi.

Gusjigang sendiri merupakan akronim dari kata Bagus, Ngaji, Dagang. Tiga kata tersebut merupakan ajaran dari Sunan Kudus yang mengandung filosofi segala perbuatan mengejar materi harus dilandasi amal yang bagus dan agama. Dalam pentas KKY, digambarkan Gusjigang menjelma menjadi tiga sosok manusia, yakni Gus, Ji dan Gang.

Ketiganya, digambarkan ingin saling menonjol bukannya saling melengkapi. Sehingga yang terjadi adalah gontok-gontokan dan menyebabkan perpecahan.

“Yang terjadi di negara ini, bukan lagi perang antara yang baik dan batil, namun antara mereka yang baik dengan yang baik. Mereka merasa benar sendiri,” ucap sutradara pertunjukan itu Yazid Al Busthomi, yang warga Garung Kidul, Kaliwungu.

Ia mengungkapkan, konsep Gusjigang seharusnya tidak bisa dipisah-pisahkan. Jika dipisahkan, imbuh Yazid, maka yang terjadi akan saling menyalahkan.

“Ya nantinya tidak jadi Gusjigang sesuai apa yang diajarkan Sunan Kudus,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam pertunjukan ini dirinya juga mencoba menyatukan berbagai elemen. Mulai dari tari, teater, bela diri, seni musik tradisional, modern hingga tata cahaya dan suara terkini.

Diharapkan, dengan hal itu pemaknaan dan sejarah filosofi Gusjigang dapat diresapi oleh kawula muda. “Banyak kok sekarang (warga Kudus) yang tak tahu apa itu Gusjigang,” urai dia.

Aldi Alvianto Ketua Panitia ajang itu menyebut, Ngaji Budaya merupakan rangkaian HUT KKY ke 50. Ia menyebut, berbagai acara telah dihelat, seperti lomba futsal, pameran pendidikan dan akan menyusul acara-acara lain.

“Ini sumbangsih kecil kita dari KKY untuk Kudus,” ucapnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...