Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Begini Upaya Pemkab Kudus Tekan Inflasi di Kota Kretek

MuriaNewsCom, Kudus – Inflasi di Kudus pada awal bulan tahun 2018 1,00 persen, lebih tinggi daripada Desember 2017 yang hanya 0,60. Bahan pangan seperti beras, cabai rawit  dan daging ayam ras menjadi salah satu penyumbang inflasi. Lalu bagaimana upaya pemkab untuk menekan  hal itu agar tak lantas memengaruhi daya beli masyarakat?

Dwi Agung Hartono Kabag Perkonomian Setda Kudus mengungkapkan, bulan Desember dan Januari biasanya memang terjadi tren peningkatan inflasi. Namun demikian, berdasarkan berita resmi statistik dari BPS pihaknya akan mengambil langkah strategis untuk mengendalikannya.

“Nantinya pemkab akan membuat rekomendasi berdasarkan angka inflasi kemarin, rekomendasi itu akan kita berikan kepada kepala dinas terkait agar dapat mengendalikan inflasi di bulan Februari,” katanya, Jumat (02/02/2018).

Ia memperkirakan, bahan makanan yakni beras sebagai penyumbang inflasi akan turun harga di bulan Februari. Hal ini karena, sebagian besar wilayah Kudus memasuki musim panen padi.

Sementara itu, dari enam kota Survei Biaya Hidup (SBH), Kudus menempati urutan keempat dalam besar angka inflasi. Cilacap mengalami inflasi pada bulan Januari 2018 sebesar 1,33 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 135,22, disusul Purwokerto dengan 1,29 dengan IHK sebesar 129,70.

Di tempat ketiga ada Tegal dengan inflasi sebesar 1, 15 persen dengan IHK 128,90, Kudus 1,00 persen dengan IHK 138,03, Kota Semarang 0,81 persen dengan IHK sbesar 130,17 dan terakhir adalah Kota Surakarta dengan inflasi sebesar 0,55 persen dengan IHK 126,91.

Adapun tingkat inflasi nasional pada bulan Januari 2018 adalah 0,62 persen dan di Jawa Tengah mengalami inflasi sebesar 0,88 persen.

Kepala BPS Kudus Sapto Harjuli Wahyu mengatakan, pihaknya telah melakukan penghitungan menggunakan metode sampling. Hasilnya lima besar barang penyumbang inflasi di Kota Kretek adalah beras, cabai rawit, bensin, daging ayam, dan mobil.

“Sementara itu untuk penyumbang deflasi adalah telur ayam ras, tomat sayur, kangkung, kacang panjang dan bahan bakar rumah tangga,” paparnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...