Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Puluhan Pelajar di Karimunjawa Diangkut Polisi ke Sekolah, Ada Apa?

MuriaNewsCom, Jepara – Puluhan pelajar di Kepulauan Karimunjawa, Jepara terpaksa diangkut menggunakan mobil polisi ke sekolah. Hal itu dilakukan lantaran tak adanya pasokan BBM di Karimunjawa akibat cuaca buruk hingga melumpuhkan transportasi ke sekolah yang jaraknya mencapai belasan kilometer.

Kapal tanki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) yang berlayar dari Semarang terhalang ombak dan angin kencang. Akibatnya pasokan BBM untuk masyarakat tak bisa diantar.

Hal itu praktis memengaruhi pasokan bahan bakar khususnya pertalite dan premium di SPBU Karimunjawa dan persediaan bensin milik masyarakat termasuk para pelajar, yang tak bisa masuk sekolah.

“Kami akhirnya menempuh solusi untuk menjemput siswa yang tidak bisa sekolah karena ketiadaan BBM di motor-motor milik mereka. Ada lima kendaraan yang disiapkan, dua milik Taman nasional, dua milik masyarakat dan satu milik Kapolsek,” ujar Sekretaris Kecamatan Karimunjawa Noor Sholeh, Rabu (31/1/2018).

Menurutnya, ada sekitar 100 pelajar berikut pengajar yang terkendala transportasi ke sekolah. Dengan lima kendaraan yang disiapkan, pihak kecamatan mengaku hal itu sudah mencukupi.

Sholeh menyebut, antar jemput siswa dan pengajar akan dilakukan selama tiga hari ke depan, hingga Jumat (2/2/2018). Saat itu, diharapkan kapal tanki pengangkut BBM dari Semarang bisa berlabuh di Karimunjawa dan bisa menyuplai kebutuhan bahan bakar untuk warga.

“Untuk antar jemput siswa dan pelajar berasal dari MTS dan setingkat SMA yang ada di pulau utama Karimunjawa. Mereka sebagian berasal dari Kemujan. Adapun lima kendaraan yang digunakan menggunakan jenis bahan bakar solar, yang masih tersisa,” jelasnya.

Terkait pasokan bahan makanan, Sholeh menyebut hingga saat ini masih aman. Hal itu karena wilayah kepulauan tersebut sudah mendapatkan droping beras.

“Cadangan beras masih aman, begitu pula dengan gas, karena kami terakhir mendapatkan pasokan elpiji pada tanggal 22 Januari lalu. Beras juga demikian masih aman, kalau untuk lauk disini melimpah ikan,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...