Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Dhuh! Puluhan Siswa di Karimunjawa Tak Bisa Sekolah Karena BBM Habis

MuriaNewsCom, Jepara – Stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Karimunjawa habis, puluhan siswa sekolah tak bisa masuk sekolah. Hal itu lantaran, tidak berfungsinya moda transportasi seperti sepeda motor akibat tak terisi oleh bahan bakar.

Hal itu dialami oleh sebuah sekolah tingkat SMP MTS Safinatyul Huda. Alwiyah, wakil kepala sekolah di tempat tersebut mengaku tidak hanya siswa yang terhambat kegiatan belajarnya, tercatat ada enam guru yang tak bisa melaksanakan kewajiban mengajar.

“Siswa yang tak masuk sekolah ada 35 anak, sementara gurunya ada enam. Adapun jumlah murid di sekolah kami ada 112, sejak Senin (29/1/2018) ada banyak siswa yang tak bisa berangkat akibat tak tersedia bahan bakar pada kendaraan yang biasa dipakai sebagai sarana ke sekolah,” ujarnya, Selasa (30/1/2018).

Baca: Pasokan BBM di Karimunjawa Habis, Aktifitas Belajar Siswa Terhenti

Dirinya menyebut, kebanyakan dari mereka yang tak bersekolah hari ini merupakan siswa dari Pulau Kemujan. Dari rumah ke sekolahan, jarak yang ditempuh adalah 15 kilometer. Menurutnya, kesulitan bahan bakar sudah terjadi sejak akhir pekan lalu.

Pasokan bahan bakar di kendaraan pribadi kian menipis. Sedangkan, persediaan BBM di SPBU tak kunjung terisi karena cuaca buruk sehingga kapal pengangkut tak berani menuju Karimunjawa.

Dirinya menuturkan, kondisi bisa saja bertambah buruk ketika pasokan BBM tak kunjung datang. “Hari ini saya masih bisa berangkat ke sekolah, namun kalau tidak kunjung ada pasokan BBM, bisa saja saya tidak berangkat,” keluhnya.

Menurut Sekretaris Kecamatan Karimunjawa, Nor Sholeh Eko Prasetyawan pasokan BBM terakhir ke pulau tersebut adalah 13 Januari 2018.

“Kami sedang mencari solusi agar anak-anak sekolah dapat kembali beraktifitas. Satu diantaranya adalah menyiagakan mobil pemerintah yang menggunakan solar untuk mengantarkan ke sekolah. Kami sedang mencari formulasinya dengan Muspika,” ungkap Sholeh.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...