Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Cerita Hidup Ganjar: Saat Kecil Jualan Bensin Eceran dan Terusir dari Rumah

MuriaNewsCom, Semarang – Banyak yang mengenal Ganjar Prawono sebagai politisi yang sukses. Sebelum menjabat sebagai gubernur Jawa Tengah, ia terpilih sebagai anggota DPR RI selama dua periode.

Namun siapa sangka, kehidupan masa kecil Ganjar ternyata juga harus dilalui dengan prihatin. Sewaktu Ganjar masih kecil, ia tak bergelimang harta seperti saat ini. Bahkan ia bersama keluarganya pernah terusir dari rumahnya sendiri.

Ganjar bercerita, saat kecil ia hidup dalam keluarga yang sederhana. Ayahnya, S Parmudji hanya seorang polisi dengan pangkat rendah. Gaji ayahnya yang tak seberapa, harus digunakan untuk menghidupi istri dan enam anaknya.

Untuk membantu ekonomi keluarga, ibu Ganjar Pranowo, Sri Suparmi harus membuka toko kelontong dan berjualan bensin eceran. Ganjar bersama kakaknya juga ikut membantu berjualan sang ibu.

“Waktu kecil saya bantu jualan bensin. Kulakan angkat jeriken, kalau Lebaran lek-lekan (begadang) sama kakak saya jaga warung,” kenangnya.

Begitu juga kenangan pahit juga membekas ketika Ganjar sekeluarga “terusir” dari rumahnya. Ceritanya, rumah masa kecil Ganjar di Tawangmangu terpaksa harus dijual.

Ayahnya bersepakat dengan pembeli rumah bahwa mereka masih diizinkan menempati sampai mendapat rumah kontrakan. Namun tiba-tiba suatu malam si pembeli meminta keluarga Ganjar pindah karena segera.

Meski merasa dilanggar perjanjiannya, namun ayah Ganjar mengalah. Semalaman hingga subuh ia pergi mencari rumah kontrakan. Akhirnya mereka terpaksa tinggal di rumah yang bersebalahan dengan pabrik gamping.

Ganjar saat syukuran novel Anak Negeri: Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo” di Boyolali. (istimewa)

Kisah masa kecil Ganjar ini telah dirangkum dalam sebuah novel berjudul  “Anak Negeri: Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo”, yang ditulis oleh Gatotkoco Suroso. Peluncuran buku biografi Ganjar ini dilakukan dalam bentuk syukuran di tengah-tengah sawah di Dusun Sawit RT 015/RW 05, Desa Kunti, Kecamatan Andong Kabupaten Boyolali, Senin (29/1/2018) sore.

Kisah masa kecil Ganjat itu merupakan sebagian isi novel setebal 344 halaman itu.  Bahkan, gaya penulisan sastrawi Gatotkoco dengan sedikit didramatisir di beberapa bagian di luar apa yang dibayangkan Ganjar.

“Presisinya ya 90 persen lah, nama, waktu, dan kronologi persis sama. Cuma beberapa bagian agak didramatisir karena bagaimanapun ini novel. Buku ini ditulis dalam proses yang cukup lama dan penulis melakukan wawancara dan riset langsung teman-teman masa kecil dan keluarga saya,” ujarnya.

Sementara Gatotkoco mengungkapkan, novel ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi siapa pun bahwa keterbatasan kondisi ekonomi pada masa kecil tidak perlu menjadi penghalang untuk terus berjuang mencapai cita-cita.

“Terlahir dari keluarga sederhana menjadikan Pak  Ganjar menjalani hidup yang penuh dengan perjuangan. Melalui sang ayah, Parmudji, anak kelima dari enam bersaudara itu terdidik dengan disiplin tinggi,” paparnya.

Buku ini juga telah dijual baik di toko buki Gramedia muaupun dijual secara online seperti di Bukalapak dan Tokopedia.

Sebelumnya, Gatototkoco juga pernah menulis tokoh terkenal lainnya, antara lain Presiden RI Joko Widodo. Kisah Jokowi itu dituangkan melalui buku berjudul Jokowi: Si Tukang Kayu yang terbit pada 2012 silam.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...