Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

KPID Jateng: Masyarakat Harus Cerdas Bermedia

MuriaNewsCom, Kudus – Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Tengah M Rofiuddin mengingatkan masyarakat untuk cerdas dalam menyerap informasi baik yang beredar di media massa maupun media sosial. Jangan sampai masyarakat terpengaruh dengan informasi hoax yang pada akhirnya mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Rofiuddin saat menjadi pembicara di hadapan puluhan anggota Karang Taruna Kecamatan Kota dalam acara sosialisasi UU Pers dan literasi media dengan tema ‘Desa Semarak Tanpa Hoax’ yang diselenggarakan oleh PWI Kudus di Hotel Proliman, Minggu (28/1/2018).

”Produk media sudah mengalami dekonstruksi sedemikian rupa sehingga kadang-kadang tidak bebas nilai,” kata Rodiuddin..

Menurutnya, masyarakat saat ini harus hati-hati dalam mengkonsumsi media. Apalagi, akhir-akhir ini banyak pemilik media yang juga aktif di politik praktis sehingga pemberitaannya tidak berimbang dan netral.

Rofiuddin menambahkan, pada dasarnya media massa harus menyuarakan kepentingan publik, bukan untuk kepentingan politik pribadi atau kelompok tertentu. Namun demikian, di era sekarang, banyak media yang justru menurut pada kehendak pasar sehingga masyarakat yang kemudian dirugikan.

Dicontohkan adalah siaran televisi dimana banyak acara-acara yang secara konten justru memberikan dampak negatif. Siaran televisi bisa mendorong perubahan atau pengaruh persepsi terhadap sesuatu, mengubah perilaku dan norma-norma (kesopanan) sosial, membuat orang lebih agresif, membuat hubungan kekeluargaan merenggang, merusak mata, menimbulkan kecemasan, perilaku seksual pranikah remaja, bahkan trauma.

“Tayangan TV juga bisa mendorong sikap konsumerisme. Untuk itu, kita sebagai masyarakat harus benar-benar selektif dalam memilih acara mana yang akan ditonton,” tandasnya.

Sementara, terkait dengan maraknya informasi hoax, menurut Rofiuddin menjadi persoalan tersendiri di saat masyarakat menggunakan media sosial. Sebab, di media sosial masyarakat kini tak hanya menjadi konsumen dari informasi, tapi justru bisa menjadi produsen informasi itu sendiri.

”Dengan sekali klik, share, secara tidak sadar orang bisa menyebarkan informasi ke ribuan orang. Jika tidak hati-hati, justru informasi hoax yang akan tersebar dan bisa diyakini masyarakat sebagai informasi yang benar.

Oleh karena itu, di hadapan peserta Rofiuddin meminta para anggota Karang Taruna bisa menjadi agen literasi media dengan menyosialisasikan bagaimana memilah-milah informasi mana yang baik dan bermanfaat.

”Tak hanya informasi yang benar, tapi informasi yang boleh disebar juga harus bermanfaat. Jika tidak, lebih baik tidak usah disebar,” tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kholid Seif yang hadir mengapresiasi langkah PWI Kabupaten Kudus untuk terus menggalakkan kampanye tanpa hoax. Apalagi dalam kegiatan tersebut, juga ada banyak materi lain yang diberikan seperti cara pengelolaan website yang tentu akan bermanfaat bagi pengembangan kreatifitas generasi muda di desa-desa.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...