Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Makin Rawan Kecelakaan, Warga Minta Jalan Raya Penawangan-Truko Diperlebar

MuriaNewsCom, GroboganSejumlah warga meminta agar kondisi jalan raya Penawangan-Truko diperlebar. Permintaan itu diserukan seiring makin seringnya terjadi kecelakaan di lokasi tersebut dalam kurun satu bulan terakhir.

Kecelakaan terbaru di ruas jalan antar kecamatan itu terjadi, Sabtu (27/1/2018). Sebuah mobil Suzuki Carry warna merah terperosok parit karena menghindari kendaraan dari arah berlawanan. Beruntung, tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian itu.

Dua hari sebelumnya, peristiwa serupa juga terjadi pada ruas jalan tersebut. Sebuah mobil boks terperosok bahu jalan yang ambles ketika dilintasi kendaraan tersebut.

Penyebab kecelakaan hampir sama, yakni mobil mencoba menepi karena ada kendaraan dari arah berlawanan. Namun, tanah bahu jalan kondisinya lembek sehingga roda kendaraan terperosok.

Kecelakaan paling mengerikan di ruas jalan tersebut terjadi di Desa Wolo, Kecamatan Penawangan, Senin (8/1/2018) sekitar pukul 16.15 WIB. Peristiwa kecelakaan yang melibatkan truk bermuatan puluhan orang dan sepeda motor itu terdapat banyak korban. Yakni, 5 orang dan belasan orang lainnya menderita luka-luka.

“Kondisi jalan raya memang sudah bagus karena dicor beton. Tapi, ruas jalan ini kurang lebar. Hal inilah yang menyebabkan sering terjadinya kecelakaan. Kalau papasan dengan kendaraan besar, salah satunya harus menepi karena jalannya sempit,” kata Sugiyanto, warga Purwodadi yang hampir tiap hari melintasi ruas jalan tersebut.

Sementara itu, Kanit Laka Polres Grobogan Ipda Candra ketika dimintai komentarnya menyatakan, kecelakaan di ruas jalan Penawangan-Truko disebabkan beberapa faktor. Salah satunya memang kondisi ruas jalan yang dinilai kurang lebar karena ukurannya hanya berkisar 4 meter.

Kemudian, bahu jalan disepanjang jalan masih berupa tanah yang kondisinya jadi lembek ketika kena guyuran hujan. Akibatnya, saat ada kendaraan mencoba menepi sering terperosok karena tanah bahu jalan ambles saat dilalui roda.

“Hasil evaluasi kami, kondisi jalannya memang kurang lebar dan bahu jalannya rentan ables karena masih berupa tanah. Hal ini sudah kita koordinasikan pada dinas terkait agar jadi perhatian. Minimal, bahu jalan bisa diperkeras dulu, sebelum pelebaran,” katanya

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...