Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Biar Terjamin, Warga Grobogan yang Minat Jadi TKI Diminta Berangkat Sesuai Prosedur

MuriaNewsCom, Grobogan – Ada sejumlah faktor yang menyebabkan masih ada tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tersandung masalah ketika bekerja di luar negeri. Salah satu penyebabnya, para TKI itu ternyata banyak yang berangkat melalui prosedur yang tidak resmi, tanpa melibatkan dinas atau instansi terkait.

”Pemerintah membolehkan warganya untuk bekerja ke luar negeri sebagai TKI. Tetapi, perlu diingat agar mengurus keberangkat sebagai TKI sesuai prosedur yang sudah ditentukan. Hal ini untuk menjamin keamanan dan perlindungan pada TKI itu sendiri,” kata Deputi Perlindungan BPN2TKI Teguh Hendro Cahyono, saat menyampaikan sosialisasi di Desa Kedungrejo, Kecamatan Purwodadi, Sabtu (27/1/2018).

Sosialisasi dengan tema ‘Peluang Kerja ke Luar Negeri dan Migrasi Aman’ di Balaidesa Kedungrejo itu juga dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI Sri Wulan. Hadir pula, Direktur Sosialisasi Kelembagaan BPN2TKI Agustinus Gatot Hermawan, Kepala BP3TKI Semarang Suparjo dan Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Grobogan Hadi Purmiyanto dan Kades Kedungrejo Miftahul Huda.

Teguh menyatakan, banyaknya TKI yang tidak menempuh prosedur itu tentunya sangat disayangkan. Soalnya, jika TKI berangkat tidak melalui prosedur resmi maka besar kemungkinan identitas yang bersangkutan dipalsukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab atau calo. Kondisi itu akan menyulitkan pihak keluarga atau pemerintah jika dikemudian hari ada masalah yang menimpa TKI tersebut.

“Jadi, ketika ada orang yang menawarkan iming-iming kerja jadi TKI dengan gaji tinggi, jangan langsung percaya. Teliti dulu kebenarannya. Bila perlu konsultasi dengan Pak Kades atau kantor Dinas Tenaga Kerja setempat,” cetusnya.

Sosialisasi tersebut dihadiri sekitar 300 orang yang sebagian besar adalah ibu-ibu dan remaja putri setempat. Diantara undangan perempuan ini, ternyata ada puluhan orang yang sebelumnya sudah pernah merasakan suka duka jadi TKI di berbagai negara. Bahkan, ada yang sampai bekerja jadi TKI sampai enam tahun di Saudi Arabia.

“Saya sudah pernah enam tahun kerja di Riyadh, Arab Saudi. Hasilnya, bisa beli sawah, bangun rumah dan biaya sekolah anak. Sekarang sudah tidak pingin lagi jadi TKI,” kata Tami, mantan TKI yang hadir dalam sosialisasi itu.

Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Grobogan Hadi Purmiyanto menambahkan, minat warga Grobogan bekerja jadi TKI masih cukup tinggi. Indikasinya, tiap tahun masih ada sekitar 500 orang yang mengurus proses keberangkatan jadi TKI.

“Animo kerja jadi TKI memang masih tinggi. Berdasarkan data kami, saat ini ada sekitar 3 ribu warga Grobogan yang kerja jadi TKI di berbagai negara,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...