Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Diintai Semalaman, Blandong Kayu Jati di Grobogan Diringkus Perhutani Gundih

MuriaNewsCom, Grobogan – Petugas Perhutani KPH Gundih, Grobogan berhasil mengamankan seorang pria yang kedapatan membawa kayu jati illegal, Kamis (25/1/2018). Pria bernama Gudel (40), warga Desa Asemrudung, Kecamatan Geyer itu dibekuk petugas saat mengangkut kayu menggunakan truk pada dinihari sekitar pukul 03.00 WIB.

Sebelum menangkap pelaku, sejumlah petugas sudah melakukan pengintaian semalaman. Tindakan itu dilakukan menyusul informasi bakal adanya kendaraan truk bermuatan kayu yang akan melintas di jalan Desa Karanganyar, Kecamatan Geyer.

Hingga lewat tengah malam, truk yang disebutkan dalam informasi tersebut tidak kunjung muncul. Akhirnya, pada sekitar pukul 03.00 WIB, salah satu petugas yang bersiaga di Dusun Ngablak, Desa Karanganyar mengabarkan ada truk yang melintas.

Selanjutnya, belasan petugas lainnya langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan penghadangan.

Saat diperiksa, dalam bak kendaraan bernomor polisi AD 1316 ME itu terdapat 15 batang potongan kayu jati tanpa dokumen sah. Ukuran kayu jati mulai 2-2,5 meter. Selain itu, ada pula alat untuk memikul kayu.

Administratur KPH Gundih Sudaryana saat dikonformasi membenarkan adanya penangkapan seorang warga yang membawa kayu jati illegal menggunakan truk tersebut. Menurutnya, kayu yang diangkut itu diduga berasal dari kawasan hutan Perhutani  KPH Gundih. Tepatnya, di wilayah RPH Ngablak, BKPH Madoh.

”Pelaku memang sudah jadi target kami dan baru sekarang berhasil ketangkap. Setelah kita tangkap, pelaku dan barang bukti kita serahkan ke Polsek Geyer guna penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Sudaryana menambahkan, pihaknya bersama petugas lapangan setiap kali berkunjung ke daerah sekitar hutan selalu mengingatkan warga untuk tidak merusak hutan. Pihaknya juga sudah punya mitra kerja pengelolaan hutan bersama masyarakat melalui wadah Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

”Dalam program pengelolaan hutan bersama masyarakat, LMDH juga dapat bagi hasil produksi yang sudah diatur sesuai ketentuan. Oleh sebab itu, kami berharap pada masyarakat supaya jangan mencuri kayu di hutan. Kami akan mengambil tindakan tegas dalam masalah ini,” tegasnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...