Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ganjar Tak Kaget Bupati Kebumen Jadi Tersangka KPK

MuriaNewsCom, Semarang – Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad ditetapkan Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) sebagai tersangka. Mohammad Yahya ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan menerima gratifikasi.

Penetapan Mohammad Yahya sebagai tersangka merupakan rentetan dari kasus proyek di Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Kebumen tahun 2016. Saat itu KPK melakukan OTT ketua Komisi A DPRD Kebumen Oktober 2016 lalu.

Penetapan tersangka ini ternyata tak membuat Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo kaget. Karena menurutnya, rentetan kasus ini sudah terjadi cukup lama.

Setelah dilakukan penetapan tersangka, Ganjar juga mengaku ditelepon oleh Mohammad Yahya yang menyatakan akan mengundurkan diri. Pihaknya juga tengah menyiapkan pelaksana tuga (plt) untuk menjalankan tugas bupati Kebumen.

”Jabatan bupati Kebumen akan langsung diisi pelaksana tugas. Dia (bupati Kebumen) telepon saya, katanya mau mengundurkan diri,” kata Ganjar.

Ia juga menyayangkan, masih adanya kepala daerah di Jateng yang dijadikan tersangka oleh KPK. Terlebih para kepala daerah ini telah mengikuti pelatihan antikorupsi di KKP. Dan Jateng menjadi provinsi pertama yang menggelar pelatihan ini.

“Cuma Jateng yang melakukan pelatihan antikorupsi bagi kepala daerah tingkat kabupaten/kota, saya tidak bisa mengontrol secara per individu. Biar penegak hukum saja yang kemudian bertindak,” ujarnya.

Baca : Ditetapkan KPK Jadi Tersangka, Bupati Kebumen Gelar Rapat Mendadak

Dikutip dari laman resmi KPK, Kamis (25/1/2018) selain menetapkan Mohammad Yahya Fuad sebagai tersangka, KPK juga menetapkan dua pengusaha sebagai tersangka. Keduanya yakni HA (swasta) dan KML, yang merupakan komisaris PT KAK. KML diduga sebagai pihak yang memberikan gratifikasi terhadap bupati dan MA.

Penetapan ketiganya sebagai tersangka menambah daftar tersangka dalam perkara ini. Sebelumnya KPK telah menetapkan 6 orang sebagai tersangka terkait proyek di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen dalam APBD-P tahun 2016.

Keenam tersangka terdahulu adalah SGW (PNS pada Dinas Pariwisata Kabupaten Kebumen), YTH (Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kebumen   Periode 2014 – 2019), AP (Sekretaris Daerah Kabupaten Kebumen), BSA (Swasta), HTY (Swasta), dan DL (Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kebumen).

Lima tersangka pertama saat ini sedang menjalani hukuman pidana masing-masing setelah divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Semarang. Sedangkan, tersangka DL saat ini masih menjalani proses penyidikan.

Kasus ini bermula dari tertangkap tangannya Ketua Komisi A DPRD Kebumen pada pertengahan Oktober 2016 di Kebumen, Jawa Tengah. Saat itu KPK mengamankan YTH di rumah seorang pengusaha di Kebumen. Penyidik juga mengamankan SGW di kantor Dinas Pariwisata, Kab Kebumen. Dari tangkap tangan tersebut, penyidik mengamankan uang sejumlah Rp 70 juta dari pengusaha untuk mendapatkan proyek di Dinas Pendidikan dan Olah Raga Kabupaten Kebumen dalam APBD-P Tahun Anggaran 2016.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...