Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Gus Tutut Jamin Pendidikan Anak Anggota Banser Grobogan Korban Kecelakaan di Tol Banyumanik

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski sudah berlalu beberapa hari, peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menimpa rombongan Banser Grobogan masih mendapat perhatian banyak pihak. Indikasinya, masih banyak orang yang mengunjungi kediaman almarhum Miftakhul Huda di Dusun Tahunan, Desa Putatsari, Kecamatan Grobogan untuk menyampaikan duka cita.

Bahkan, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor H Yaqut Cholil Qoumas yang akrab disapa Gus Tutut juga menyempatkan waktu untuk mengunjungi kediaman Huda, Selasa (23/1/2018) malam.

Sejumlah pengurus PP, dan PW GP AnsorJawa Tengah ikut mendampingi kunjungan Gus Yaqut. Tampak pula, Ketua PC GP Ansor Grobogan Fatoni dan Dansat korcab Banser M Sirajuddin bersama ratusan personelnya.

”Secara pribadi saya tak mengenal langsung almarhum Miftakhul Huda. Namun dari cerita yang disampaikan rekan-rekan dan ayahnya, Almarhum merupakan kader yang luar biasa. Khidmahnya ke NU juga total, tapi karena Allah berkehendak lain, maka kita harus menerima,” jelas Gus Tutut.

Dalam kesempatan itu, Gus Tutut juga menyatakan bakal menjamin pendidikan anak Huda yang saat ini masih berusia 1,5 tahun. Ansor akan menanggung biaya pendidikan anaknya sampai dewasa.

”Insya Allah nanti Ansor akan menanggung biaya pendidikannya. Tadi sudah kita atur, dia mau sekolah sampai jenjang apa. Nanti, PC Ansor Kabupaten Semarang yang akan menghandle,” katanya.

Menurutnya, PC Ansor Kabupaten Semarang memiliki lembaga pendidikan yang cukup baik. Hal ini sebagai ungkapan kepedulian GP Ansor terhadap kadernya yang telah mengabdi pada organisasi secara total.

Kecelakaan yang menimpa rombongan Banser terjadi di tol Banyumanik, Semarang, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, rombongan dalam perjalanan pulang setelah mengikuti Diklat PKL dan Kursus Banser Lanjutan (Susbala) selama empat hari di Ungaran.

Gus Tutut mengungkapkan, ada hikmah di balik peristiwa ini. Yakni, sesuai janji pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asyari, bahwa siapapun yang ‘ngurusi NU’ maka dianggap sebagai santrinya dan didoakan ketika meninggal masuk surga.

Bagi kader Ansor dan Banser di berbagai daerah di Indonesia yang kini masih mengabdi, dapat mengambil pelajaran atas hal tersebut. “Kita lihat kan gelombang rasa ikut berduka nggak berhenti, mengalir terus, tentu melihat totalitas almarhum,” katanya.

Sebelum pulang, Gus Tutut juga sempat memberikan tali asih ke keluarga dan mendoakan agar anak almarhum kelak menjadi orang yang berguna untuk agama, bangsa dan negara.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...