Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pilgub Jateng : Ida Bakal Blusukan Hingga ke RT untuk Rayu Pemilih

MuriaNewsCom, Semarang – Bakal calon wakil gubernur Jateng, Ida Fauziyah memastikan bakal blusukan sampai ke tingkat RT untuk menarik calon pemilih dalam Pilgub Jateng 2018. Ida yang menjadi wakil Sudirman Said ini akan melihat berbagai persoalan yang dihadapi warga, termasuk masalah kemiskinan.

Menurutnya, pergerakan hingga ke tingkat paling bawah yakni RY ini untuk mengenalkan program-programnya dalam pembangunan Jawa Tengah. Pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah ini menyebut, untuk mewujudkan Jateng bebas kemiskinan yakni dengan prinsip “Ganyar” (Ganti Anyar).

“Mukti harus bareng, tidak golongan tertentu. Dengan berbagai variabel pembangunan yang kami usung untuk mengurangi angka kemiskinan. Untuk mewujudkan itu pemimpinnya harus ganyar, ganti anyar,” katanya.

Menurutnya, saat ini tingkat kemiskinan di Jawa Tengah hingga akhir 2017 kemarin telah mencapai 13, 58 persen atau 4,577 jiwa. Tak cuma itu, katanya dari 35 kabupaten/kota, masih ada 15 daerah yang masuk kategori miskin.

Yakni Kabupaten Wonosobo, Kebumen, Brebes, Purbalingga, Rembang, Pemalang, Banjarnegara, Banyumas, Klaten, Sragen, Cilacap, Demak, Purworejo, Grobogan, dan Demak. Penanggulangan kemiskinan nantinya diurai dari tingkat desa.

“Majelis desa yang akan melakukan pengawalan, yang gerakannya sampai tingkat RT,” bebernya.

Majelis desa merupakan ruang relawan calon gubernur-calon wakil gubernur Sudirman Said-Ida Fauziah di tingkat desa maupun kelurahan untuk membuka komunikasi dan diskusi antara relawan dengan warga.

Relawan ini melakukan pergerakan hingga tingkat RT. Relawan yang tergabung di tingkat RT inilah yang akan menjadi ujung tombak Tim Relawan Pergerakan Merah Putih.

Sementara Ketua DPC PKB Kota Semarang, Soemarmo HS menekankan pentingnya jangan hanya seremonial jika terjun ke masyarakat. “Tidur di rumah warga, ngobrol dengan masyarakat. Karena pada waktu menjelang tidur itulah obrolan-obrolan jujur dari masyarakat keluar,” ujar Soemarmo.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...