Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ganjar : Jateng Sudah Swasembada Tak Butuh Beras Impor

MuriaNewsCom, Banjarnegara – Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menganggap provinsi yang dipimpinnya tak perlu kucuran beras impor. Bahkan Ganjar langsung menelepon Menteri Pertanian (Mentan) meminta agar rencana impor beras dikaji ulang.

Tak hanya itu, saat Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja di Pekalongan, Senin (15/1/2018), Ganjar juga membahas mengenai kebutuhan beras ini.

Ganjar khawatir, beras impor masuk ke Jawa Tengah berbarengan dengan panen raya. Jika kondisi ini terjadi, maka harga beras di tingkat petani akan hancur dan merugikan petani lokal.

“Barusan saya telepon Mentan, kemarin juga sudah kita laporkan ke Presiden Joko Widodo agar kita menghitung betul cadangan beras nasional kita. Ketika cadangan itu kita anggap cukup, maka saya minta rastra segera diturunkan, operasi pasar dilakukan,” kata Ganjar, Selasa (16/1/2018).

Pernyataan ini disampaikan Ganjar ketika melakukan kunjungan ke Pasar Kota Banjarnegara. Di pasar ini, Ganjar memantau ketersediaan beras di pedagang.

Menurut dia, Jawa Tengah sudah swasembada beras. Sehingga tak memerlukan beras impor, yang dampaknya akan memukul petani.

“Kita dorong daerah di luar Jateng yang butuh, monggo saja untuk dipenuhi. Tapi saran saya kalau Jateng sudah swasembada beras sehingga masih cukup, gak usahlah impor beras,” ujarnya.

Ganjar meminta Dinas Pertanian Provinsi Jateng memastikan daerah mana saja yang akan panen pada Fabruari dan Maret 2018, sebagai perhitungan stok cadangan beras.

“Ini mesti dihitung betul, kalau impor beras terjadu dan dua bulan lagi turun atau masuk ke tanah air. Saya khawatir masuknya impor beras pas panen rata sehingga harga beras nanti jatuh lagi, kita coba antisipasi berdasarkan pengalaman kemarin,” terangnya.

Setelah diketahui jumlah cadangan beras di Jateng, Bulog diminta langsung melakukan tindakan yang diperlukan. Terutama di sentra-sentra yang mengalami kenaikan harga beras cukup fluktuatif.

“Kita jangan bicara tolak impor beras atau tidak, itu terlalu ekstrem dan nanti jadi provokatif. Kita mau menghitung kondisi sebenarnya supaya pemerintah mau bertindak,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...