Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Petani Undaan Lor Kudus Tolak Rencana Pemerintah Impor Beras

MuriaNewsCom, Kudus – Petani di Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus menolak rencana pemerintah untuk mengimpor beras dari luar negeri. Hal itu dinilai akan semakin merugikan petani.

Khoiron (45) seorang petani di desa itu mengaku, saat ini sawah di kampungnya sedang panen. Meskipun belum serentak, namun harga akan semakin turun jika musim panen raya tiba.

Saat ini menurutnya, harga gabah di saat panen (di Desa Undaan Lor) dihargai Rp 580 ribu per kwintal. Hal itu juga diamini oleh Ketua Gapoktan Tani Mulyo Undaan Lor, Rohwan.

“Kami menolak jika ada impor beras. Soalnya hal itu akan merugikan petani,” katanya.

Menurutnya, luas lahan sawah di Undaan Lor 450 hektare. Satu hektare sawah diperkirakan dapat menghasilkan 8 ton gabah setiap kali panen.

Dikatakannya, pada akhir Januari 2018 diperkirakan desa ini akan panen raya. Hal itu otomatis menurunkan harga gabah. Dengan rencana pemerintah hendak mengimpor beras, dikhawatirkan harganya semakin anjlok.

“Nanti kalau panen raya harganya (gabah) bisa turun sampai Rp 240 ribu per kwintal. Kalau ada impor beras ya merugikan petani. Apalagi dari penebas (tengkulak) takut membeli, soalnya menanti harganya turun,” urainya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Undaan Lor Edi Pranoto mengaku tak setuju akan rencana impor beras.

“Kami dari desa tak setuju dengan rencana impor beras. Karena hal itu resahkan warga kami yang berprofesi sebagai petani,” ujarnya.

Menurutnya, untuk MT (Musim Tanam) I 2018 yang seharusnya berlangsung Oktober (2017)-Januari (2018), untuk Desa Undaan Lor maju di Bulan September 2017. Oleh karenanya, panen bisa dilakukan pada bulan Januari‎.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...