Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Panen Bareng Pejabat Kementan, Petani Ngeluk Grobogan Minta Pemerintah Tak Impor Beras

MuriaNewsCom, GroboganPara petani di Desa Ngeluk, Kecamatan Penawangan, Grobogan meminta pemerintah agar tidak merealisasikan rencana untuk mengimpor beras. Hal itu disampaikan petani saat melangsungkan panen raya padi MT I bersama sejumlah pejabat dari Kementerian Pertanian (Kementan), Kamis (11/1/2018).

”Saat ini, petani sudah mulai panen padi. Jadi, pemerintah sebaiknya tidak perlu impor beras yang bisa berdampak pada harga panen,” kata Ketua Gapoktan Suko Makmur Desa Ngeluk Suwaji.

Menurutnya, petani siap mendukung program tiada hari tanpa panen yang sedang dicanangkan kementerian pertanian. Sebagai bukti, panen yang dilakukan saat ini, waktunya lebih awal dari biasanya.

Hal ini bisa dilakukan setelah ada bantuan mesin pompa dari kementerian untuk kelompok tani. Adanya bantuan pompa menyebabkan kebutuhan air pada lahan seluas 265 hektare bisa diambilkan dari sungai Lusi.

”Adanya pompa memudahkan kami untuk mendapatkan air sehingga bisa tanam dan panen lebih awal dari biasanya. Sebelumnya, kami panen padi MT I pada akhir Februari dan baru kali ini bisa panen pada awal Januari. Untuk itu, kami minta dukungan bantuan mesin pompa lagi supaya lebih banyak areal sawah yang bisa diairi,” kata Suwaji yang disambut tepuk tangan petani lainnya.

Kepala Balitbang Pertanian Kementrian Pertanian Muhammad Syakir (baju putih) melangsungkan panen padi di Desa Ngeluk, Kecamatan Penawangan, Kamis (11/1/2018).
(MuriaNewsCom/Dani Agus)

Padi yang ditanam petani hampir semuanya adalah varietas Ciherang dengan produksi sekitar 8 ton per hektare. Harga gabah pada saat panen mencapai Rp 5 ribu per kilogram.

Dalam kesempatan itu, Kepala Balitbang Pertanian Kementrian Pertanian Muhammad Syakir sempat melakukan penyerahan bantuan benih padi varietas Impari 30 atau Ciherang plus secara simbolis pada petani.

”Ini adalah varietas padi terbaru. Kelebihan varietas ini, umurnya lebih pendek, lebih tahan hama dan genangan, dan hasilnya lebih tinggi,” kata Syakir.

Ia menyatakan, dalam rangka menyukseskan program tiada hari tanpa panen, pihaknya juga akan meningkatkan bantuan peralatan pertanian pada petani. Mulai alat untuk persiapan lahan, semisal traktor, pompa air hingga peralatan panen dan pasca panen.

”Dengan dukungan peralatan dan sarana modern maka sudah bisa dilihat dampaknya. Yakni, hampir tiap bulan petani bisa panen padi. Seperti saat ini, ada petani yang panen pada bulan Januari. Sebelumnya, belum pernah petani disini panen pada awal tahun,” katanya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...