Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Harga Beras Terus Naik, Bupati Kudus Perintahkan Operasi Pasar

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa perintahkan gelar operasi pasar, guna menanggulangi harga beras yang terus melambung. Hal itu dia sampaikan saat melakukan inspeksi di Pasar Baru Desa Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Rabu (10/1/2018).

Di pasar tersebut, harga beras berkisar di antara harga Rp 10.500 untuk kualitas medium. Sementara untuk kualitas premium harganya mulai dari Rp 11.600.

“Kalau di sini SS kualitas nomor satu dijual seharga Rp 11.600, kalau untuk SS kualitas dua atau medium harganya Rp 10.500. Kenaikan sudah mulai terjadi pada bulan Desember lalu, naiknya mulai Rp 200,” ujar Sholikatun, seorang pedagang beras di pasar tersebut.

Ia menyebut, kenaikan harga beras disebabkan harga gabah yang juga mengalami kenaikan. Selain itu, saat ini belum memasuki masa panen.

Bupati Kudus Musthofa menyebut, untuk melakukan penyetabilan harga Pemkab akan melakukan operasi pasar. Untuk itu, pihaknya akan melakukan kerjasama dengan Bulog Sub Divre Pati, sebagai penyedia beras.

“Sekarang memasuki Musim Tanam (MT) 1, ada jeda waktu antara penanaman dengan panen. Sehingga menyebabkan keterbatasan stok. Hal itu karena petani setiap kali memiliki beras langsung dijual kepada bakul, karenanya barangnya agak kesulitan (dicari). Namun saya pastikan, stok untuk Kabupaten Kudus aman 4-5 bulan kedepan,” tuturnya.

Oleh karenanya, pihaknya meminta Bulog untuk menurunkan stoknya untuk upaya operasi pasar. Nantinya, pedagang akan dijadikan mitra.

“Nanti dari Bulog beras dibeli dengan harga Rp 8.000 perkilogram, yang dikemas dalam kemasan 15 kilogram per sak. Dijual maksimal harga Rp 8.200 untuk pembeli. Kan sudah dapat untung Rp 2.00,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bulog Sub Divre Pati Mohammad Taufiq mengatakan, cadangan beras di gudang masih sangat mencukupi. Untuk wilayah Karisidenan Pati ada persediaan sekitar 27 ribu ton.

“Nanti kita penuhi sesuai permintaannya (Kudus) berapa. Kalau persediaan kita kan tidak terbatas,” urainya.

Dirinya menggarisbawahi, agar dalam operasi pasar tersebut pedagang tidak menjual melebihi HET yakni Rp 9.450 untuk beras kualitas medium‎.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...