Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Begini Kronologi Perampokan Rumah Pengusaha Konfeksi di Jepara

MuriaNewsCom, Jepara – Komplotan rampok satroni rumah milik Junaidi warga Desa Bandungrejo, Kecamatan Kalinyamatan-Jepara, Selasa (9/1/2018), pukul 02.15 WIB pagi. Dari rumah sekaligus toko kain itu, kawanan tersebut menggondol emas kurang lebih 1 kilogram dan uang sekitar Rp 45 juta.

Ketika beraksi, rampok menyekap delapan dari sembilan orang yang ada di rumah itu. Lalu bagaimana kronologi, peristiwa itu?

Kepada MuriaNewsCom, penjaga malam di rumah itu Faizin (40) bercerita. Awal mula kejadian, ketika sekitar pukul 02.00 ada suara kendaraan (mobil) yang mondar-mandir di gerbang samping rumah (menghadap ke utara).

Baca: Bos Konfeksi Di Jepara Dihajar Rampok Berpistol, Harta Dikuras

Curiga, Faizin lalu menyuruh kawannya Jumadi memeriksa. Ketika diperiksa, ternyata ada sebuah mobil (minibus) berwarna hitam, dan enam penumpang yang turun memakai cadar dan menodongkan pistol kearah Jumadi dan kemudian mengikatnya.

“Saya heran kenapa Jumadi tak kembali-kembali, setelah saya periksa, Jumadi ternyata sudah terikat. Orang-orang itu kemudian menodongkan senjata kepada saya dan mengancam. Saya sempat kabur dan sembunyi di toilet, tapi kemudian ditemukan. Lalu disuruh keluar dan diikat,” urainya, Selasa siang.

Setelah mengikat Jumadi dan Faizin, rampok juga mengikat pembantu rumah Wahyudi. Kemudian, dengan modus membangunkan majikannya Junaidi yang sedang tidur di gudang, kawanan ini kemudian masuk ke rumah utama.

Adapun, rumah yang beralamat di Bandungrejo RT 1, RW 4 itu menjadi satu dengan toko konfeksi. Dibagian depan ada dua bangunan toko besar dan gudang yang dipisahkan oleh lorong menuju rumah utama. Sementara di samping rumah utama terdapat pula sebuah pagar yang digunakan sebagai pintu masuk rampok.

Baca: Perampok Berpistol Di Jepara Sekap 6 Orang, Bawa Kabur 1 Kg Emas

“Ketika sudah mengikat kami bertiga (Faizin, Jumadi dan Wahyudi) rampok kemudian meminta Jumadi membangunkan Pak Junaidi yang sedang tidur di gudang dengan baik-baik seolah-olah tak ada apa-apa. Begitu bangun ia (Junaidi) langsung ditendang dan diminta menunjukan hartanya,” tambahnya.

Rampok sebenarnya sudah menggasak uang tunai Rp 45 juta dari gudang, tempat Junaidi tidur. Namun karena tak puas, rampok memaksa pemilik rumah untuk menunjukan harta yang lain, yang tersimpan di rumah utama.

“Pak Junaidi sempat tak mau menunjukan, lalu dipukul dibagian punggung kanan atas. Setelahnya, ia (Junaidi) menurut dan menuju rumah utama,” urainya.

Baca: Ibu Ajak Bayi Bunuh Diri Terjun Dari Lantai 11 Hotel Safin Pati

Di rumah utama, istri Junaidi Muawanah dan ketiga anaknya yakni Riska, Rani dan Fenti ikut diikat kedua tangan dan kakinya. Sementara anak paling bontot Ririn yang masih SD tak ikut diikat.

“Di sana rampok dengan petunjuk tuan rumah, leluasa mengambil perhiasan emas. Sementara kami (sandera) dikumpulkan di ruang tamu dan dijaga oleh orang-orang itu menggunakan senjata,” kenangnya.

Setelah beraksi, kawanan rampok menyita handphone dan mengancam sandera agar tak bergerak, sampai mereka pergi. Peristiwa itu, baru dilaporkan ke pihak kepolisian pada Selasa pagi pukul 06.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Suharta menjelaskan, total kerugian yang dialami oleh korban ditaksir Rp 600 juta. Dalam melakukan aksinya, pelaku terbilang cepat dan sigap.

“Mereka datang sekitar pukul 02.15 kemudian meninggalkan rumah dengan barang-barang berharga sekitar 45 menit kemudian,” jelasnya.

Saat ini, kasus tersebut sedang dalam penanganan petugas kepolisian.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...