Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Mau Jadi Seller di Mall Jepara, Ini Syaratnya

MuriaNewsCom, Jepara – Tahun ini Pemkab Jepara membikin layanan daring (online) MallJepara.com. Selain promosi produk daerah hal ini dilakukan untuk memangkas persoalan pemasaran yang terkadang menjadi aral bagi perajin kecil. Lalu, bagaimana jika ingin bergabung sebagai seller?

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jepara Inah Nuroinah menyebut, kesempatan menjadi seller atau penjual di layanan tersebut masih terbuka. Hanya saja, ia menggarisbawahi kualitas dan kuantitas menjadi syarat mutlak.

“Kalau kita tidak ada batasan, yang terpenting adalah produk dari Jepara. Seller menyediakan barang yang tentunya berkualitas dan dapat memenuhi permintaan pasar serta tentu saja harganya bersaing,” ujarnya kepada MuriaNewsCom, Senin (1/1/2018).

Saat ini, lanjut Inah, ada 30 penjual dari UMKM yang bergabung. Jumlah itu, menurutnya terus berkembang mengingat pihaknya masih melakukan sosialisasi terkait layanan itu.

Selain syarat di atas, adapula beberapa hal teknis yang harus dipenuhi. Seperti memiliki rekening di Bank Negara Indonesia dan memunyai akun surat elektronik (e-mail) untuk interaksi dengan aplikasi Mall Elektronik tersebut.

“Silakan datang ke kantor (Disperindag) Jepara nanti kami jelaskan, terutama bagi mereka yang baru bersinggungan dengan jual beli daring. Setelahnya kami akan melakukan survei terhadap kelayakan usaha, terkait dengan kualitas dan kecukupan jumlah produk. Soalnya begitu ada pesanan seller harus mampu memenuhi, kalau tidak kami (pemkab) yang terkena imbas,” urainya.

Dikatakannya, layanan dari Disperindag itu tidak berbayar alias gratis. Hal itu termasuk foto produk yang akan dilakukan oleh tim tersendiri.

Disinggung mengenai kesempatan masuknya produk dari penyandang difabel, Inah menyebut hal itu sangat dimungkinkan. “Kalau kita tidak ada batasan, darimanapun bisa asalkan ketika ada pesanan banyak siap memenuhinya,” urai Inah.

Terpisah, Kasi Rehabilitasi dan Jaminan Perlindungan Sosial Dinsospermades Jepara Joko Setyawanto mengaku saat ini kaum difabel sudah banyak yang merambah kerajinan. Hal itu didukung dengan bantuan permodalan dari pemerintah, meskipun belum merata.

“Untuk itu (ikut E Commerse) kita perlu meningkatkan kualitas dan daya saing dari produk buatan teman-teman kita dari difabel,” tuturnya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...