Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tanggul Jebol Biang Banjir di Desa Mojoagung Grobogan Mulai Ditangani

Ruas tanggul Sungai Jajar yang jebol di Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung mulai diperbaiki, Sabtu (30/12/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganRuas tanggul Sungai Jajar yang jebol di Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung mulai diperbaiki, Sabtu (30/12/2017). Proses penutupan tanggul jebol sepanjang 10 meter melibatkan puluhan orang. Antara lain, dari DPUPR, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat setempat.

”Banyak pihak yang terlibat dalam penanganan tanggul jebol. Kita juga didukung satu alat berat dari DPUPR,” kata Camat Karangrayung Hardimin.

Perbaikan tanggul jebol dilakukan sejak pagi. Ditargetkan sore ini, tanggul jebol yang jadi biang banjir di beberapa desa tersebut sudah bisa tertutup sempurna.

Saat tanggul jebol, ada beberapa desa di Kecamatan Karangrayung yang terendam. Masing-masing, di Desa Mojoagung yang menyebabkan 1.471 rumah terendam air. Kemudian, Desa Sumberejosari (806 rumah), Termas (75), Rawoh (50), Mangin (45) dan Pangkalan (181).

”Saat ini, sudah tidak ada rumah yang tergenang. Air sudah surut sejak Jumat kemarin,” kata Hardimin.

Luapan air dari wilayah Karangrayung ini akhirnya bergeser ke dataran yang lebih rendah hingga menyebabkan banjir di sejumlah desa di Kecamatan Godong. Yakni, di Desa Werdoyo, Sumurgede dan Kemloko yang lokasinya berada di aliran sungai Jajar.

Selain di Mojoagung, masih ada satu tanggul jebol di Sungai Tracak di Desa Tunggu, Kecamatan Penawangan. Tanggul jebol ini menyebabkan 130 rumah warga Desa Tunggu dan Guyangan kebanjiran.

”Untuk tanggul jebol di Desa Tunggu segera ditangani. Setelah penutupan tanggul di Mojoagung rampung, alat berat akan kita geser ke Desa Tunggu,” jelas Kepala DPUPR Grobogan Subiyono.

Ia menyatakan, penutupan tanggul memang dilakukan sambil menunggu kondisi dilapangan. Yakni, ketika arus air sudah tidak deras. Begitu arus sungai tenang, penutupan tangggul jebol akan cepat dikerjakan.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Grobogan Budi Prihantoro menyatakan, secara keseluruhan, banjir yang sempat terjadi dua hari terakhir sudah surut. Saat ini, hanya ada belasan rumah yang masih tergenang namun ketinggian air sudah berkurang jauh dibandingkan sebelumnya.

”Dari pantauan tadi, hanya di sekitar Desa Werdoyo, Kecamatan Godong yang masih tampak genangan. Untuk lainnya, genangan air di perkampungan sudah surut. Tinggal di areal sawah yang masih tergenang cukup tinggi,” katanya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...