Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Alamak, 2 Pemuda Aceh Penerbang Layang-layang Mirip Bendera GAM di Kudus juga Jual Obat Ilegal

Petugas menunjukkan obat tak berizin yang diamankan dari tangan pelaku di Mapolres Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dua warga Aceh Utara Agus Munanda (24) dan Muhammad Iqbal (22) yang ditangkap Polres Kudus gara-gara menerbangkan layang-layang dengan motif mirip bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ternyata peracik dan penjual obat-obatan ilegal.

Hal itu diketahui setelah polisi melakukan pemeriksaan dan memeriksa tempat kos pelaku di Perum Jember Asri Blok D Jl. Kudus-Jepara Km 08 turut Kelurahan Purwosari Kota.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, obat tersebut dinyatakan ilegal lantaran tak ada izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu sebagian besar obatnya merupakan obat racikan.

”Ada beberapa obat yang memiliki izin dari BPOM. Tapi setelah petugas melakukan pengecekan ke BPOM ternyata tidak terdaftar,” katanya saat gelar perkara di Polres Kudus, Jumat (29/12/2017)

Baca: 2 Pemuda Aceh Ditangkap Polres Kudus Gara-gara Terbangkan Layang-layang Mirip Bendera GAM

Kapolres menyebut, untuk melancarkan aksi pelaku membuka balai pengobatan dengan nama Balai Pengobatan Jion Zen. Dari balai pengobatan tersebut pelaku berhasil menjual obat tanpa kecurigaan selama tiga bulan di Kudus.

”Selama tiga bulan jualan itu penghasilan mereka mencapai puluhan juta. Namun digunakan untuk kebutuhan hidup. Saat diamankan sisa penjualan masih menyisakan uang Rp 10 jutaan,” ungkapnya.

Disebutkan, obat yang diamankan sejumlah 255 berbagai merk, kapsul tanpa merk 5700 butir, bahan obat sebanyak 19 toples serta kapsul ksong 6,5 pak. 

Meski begitu, ia mengakui masih terdapat seorang pelaku lainya yang kini masih buron. Pelaku tersebut merupakan dalang dari praktik usaha obat ilegal itu

“Saat ini pelaku sedang dalam pengejaran. Semoga saja cepat tertangkap,” tegasnya

Sementara itu, terkait ancaman pidana, para pelaku diancam 15 tahun penjara. Mereka dijerat dengan pasal 106 dan pasal 197 UU No 36 tentang kesehatan.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...