Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Polisi Kejar-kejaran dengan Pebalap Liar di Hutan Karet, Ini Hasilnya

350
Polisi mengamankan sepda motor yang digunakan untuk balapan liar di sekitar hutan karet di Kecamatan Sudorejo, Salatiga. (Humas Polres Salatiga)

MuriaNewsCom, Salatiga – Aksi kejar-kejaran dilakukan aparat Polsek Sidorejo, di sekitar hutan karet, Dusun Sembir, Kelurahan Bugel, Kecamatan Sidorejo, Salatiga. Polisi mengejar belasan anak muda yang tengah balapan liar di tempat itu.

Aksi kejar-kejaran dengan pelaku ”trek-trekan” ini berlangsung Senin (25/12/2017) sore. Polisi melakukan pengejaran ini, karena aksi balapan liar itu mengganggu dan membahayakan pengguna jalan lain.

Dalam aksi kejar-kejaran dengan para anak muda tersebut, polisi akhirnya berhasil mengamankan puluhan sepeda motor. Motor-motor yang diamankan itu telah dimodifikasi untuk balapan, sehingga tak sesuai standar yang bisa membahayakan pengendara sendiri jika terjadi kecelakaan.

Motor-motor yang digunakan untuk balapan liar, itu kemudian diamankan dan diserahkan ke Satlantas Polres Salatiga, untuk diproses lebih lanjut.

Sepeda motor yang dimodifikasi untuk balapan liar diamankan di Satlantas Polres Salatiga. (Humas Polres Salatiga)

Kapolsek Sidorejo AKP Jumaeri mengatakan pembubaran dan penangkapan aksi balapan liar ini dilakukan berdasar laporan dari warga. Mereka resah lantaran aksi balapan itu sudah sangats eirng dilakukan saat sore hari dan membahayakan pengguna jalan lain.

Ia menyebut, lokasi balapan liar berada di perbatasan dengan Kabupaten Semarang. Meski medannya cukup sulit, pihaknya mengapresiasi kesigapan anggota yang langsung bereaksi cepat ketika ada laporan dari warga.

“Walupun medannya susah karena lokasi balap liar berada diperbatasan dengan Kabupaten Semarang, tapi alhamdulillah anggota berhasil menangkap sebagian anak muda ini, semoga yang lain bisa mendapat pelajaran dari sini dan tidak mengulangi lagi aksi tersebut,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.