Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Meski Ditutup, Ratusan Orang Tetap Kunjungi Kawasan Waduk Kedungombo

Pengunjung sedang berfoto ria di lokasi wisata Waduk Kedungombo sebelum ditutup. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Berita penutupan Waduk Kedungombo (WKO) yang ramai diberitakan berbagai media sejak dua bulan lalu ternyata tidak membuat surut orang untuk tetap datang berkunjung. Indikasinya, pada libur Natal ini ada sudah ratusan orang yang berkunjung ke WKO di Desa Rambat, Kecamatan Geyer, Grobogan itu.

Banyaknya pengunjung terlihat sejak Minggu dan Senin (25/12/2017). Selain dari Grobogan, banyak pula pengunjung dari luar daerah.

Diantara pengunjung akhirnya merasa kecewa. Soalnya, obyek wisata WKO ternyata sudah ditutup cukup lama.

“Terus terang saya tidak tahu kalau obyek wisata ditutup. Tak kira masih buka kayak dulu sehingga saya pilih liburan kesini. Memangnya ada apa kok ditutup ya,” ujar Agus Surono, warga dari Sukoharjo.

Sebagian pengunjung lainnya tampak biasa saja. Soalnya, mereka sudah tahu kabar penutupan WKO lewat pemberitaan berbagai media.

“Saya sudah tahu kalau WKO tutup. Saya dan lima teman sengaja kesini karena pingin makan ikan bakar khas Kedungombo saja. Tadi, sekalian kita ada acara ke Solo. Jadi, kami sempatkan mampir kesini,” kata Fahmi, warga Kudus.

Kepala Dinas Pusdataru Jateng Pasetyo Budie Yuwono menyatakan, rencananya, dalam waktu dekat akan disiapkan sebuah lokasi baru khusus untuk pengunjung wisata. Sementara tempat lama akan tetap ditutup dan tidak dibolehkan lagi untuk akses wisatawan.

“Lokasi lama yang sudah ditutup tidak dibuka lagi buat wisata. Nanti, kita siapkan tempat baru atau relokasi. Soal wisata ini sudah kita pikirkan bersama karena jadi keinginan masyarakat,” tegasnya usai membuka sosialisasi rencana tindak darurat (RTD) yang dilangsungkan di Waduk Kedungombo (WKO) di Desa Rambat, Kecamatan Geyer, Grobogan, Kamis (16/11/2017) lalu.

Menurutnya, relokasi untuk wisata rencananya akan ditempatkan pada kawasan hutan disebelah barat lokasi lama. Lokasinya, pertengahan antara lokasi lama dengan Warung Apung Kedungombo.

Calon tempat relokasi tersebut milik pihak Perhutani. Pihaknya, sudah mendapatkan dukungan dari Perhutani terkait relokasi tersebut.

Selain Perhutani, pembahasan relokasi juga akan melibatkan beberapa pihak lainnya. Seperti dari Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana dan pemkab setempat.

“Dengan adanya relokasi nantinya masyarakat bisa menikmati lagi suasana Kedungombo seperti dulu. Hanya lokasinya saja berubah tempat. Saat ini, segala sesuatunya masih dipersiapkan,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu alasan penutupan obyek wisata itu disebabkan adanya pemeriksaan yang dilakukan pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah terhadap pengelolaan WKO.

Pihak Kejati melakukan pemeriksaan setelah adanya pengaduan masyarakat terkait penarikan retribusi terhadap pengunjung dan pedagang. Meski ada karcis dan kuitansi, penarikan retribusi yang dilakukan selama ini, diduga sebagai pungutan liar karena tidak ada dasar hukumnya. Dalam penanganan aduan itu, pihak Kejati juga melibatkan Kejaksaan Negeri Grobogan untuk melakukan kajian.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...