Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Hebat, Warga Suwawal Timur Jepara Bikin Pohon Natal Unik Berbahan Sampah

Sejumlah warga bersiap mengantar puhun natal berbahan baku sampah di Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pohon Natal selalu menjadi pelengkap di Hari Raya Kelahiran Yesus Kristus, pada 25 Desember setiap tahunnya. Jika biasanya pohon tersebut identik dengan cemara, beda lagi dengan kreasi warga Jepara yang membuatnya dari botol air minum bekas.

Adalah Bank Sampah “Cermat” Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji yang membuat pohon natal dari sampah. Bukan hanya sekedar menata botol air minum bekas, namun ditata sedemikian hingga agar menjadi pohon natal yang apik.

“Untuk prosesnya, telah dimulai dari Bulan Oktober dua bulan yang lalu. Sebab, untuk membuatnya kita tidak sekedar menyusun, tapi membuat potongan-potongan dari botol air minuman bekas yang dibentuk keriting-keriting agar tampilannya lebih bagus,” kata pengurus Bank Sampah “Cermat” Suwawal Timur Bedy Wuryanto, Senin (25/12/2017).

Tahun ini,  lanjut Bedy, bank sampah yang beralamat di Jl Karnawi no 7, RT 8/RW 2 itu, mendapatkan tiga pesanan pohon natal berbahan sampah. Satu pohon setinggi 2,5 meter dikirim ke Pati. Dua lainnya masing-masing setinggi 1,5 meter dan 1 meter dipesan oleh warga yang tinggal di Desa Suwawal Timur. 

Untuk menyusunnya, dibutuhkan 1.500 lebih botol air minum mineral bekas. “Kalau yang tinginya 2,5 meter itu butuh sekitar 900-1000 botol. Kalau ditambah dengan dua pesanan lain ya sekitar itu seribu lima ratusan lebih,” tambahnya.

Bedy mengungkapkan,  bank sampah tersebut sebenarnya mendapatkan banyak pesanan pohon natal dari sampah. Namun karena kekurangan personel, terpaksa pesanan-pesanan itu tidak dilayani. 

“Pesanannya kemarin lebih dari tiga, ada yang dari Temanggung dan Pati. Namun karena kekurangan personel kami terpaksa tidak bisa melayani, pesanan-pesanan lain,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, awal mula pembuatan pohon natal dari botol bekas dimulai pada tahun 2016. Saat itu, Bank Sampah “Cermat” yang digawangi sekitar 26 anggota aktif, berinisiatif memberi kado natal untuk GITJ Pakis Suwawal. 

Saat itu mereka menyumbangkan pohon natal dari botol setinggi 3,5 meter, dengan bahan baku dari sekitar 700 buah botol air minum bekas. Menurutnya, pemberian tersebut merupakan bentuk penghargaan sekaligus toleransi bagi umat beragama yang ada di Desa Suwawal Timur.

Lebih lanjut dirinya menyebut, pemberian kado Natal bagi GITJ Pakis Suwawal turut mempererat hubungan umat Kristiani dan Muslim.

“Dulu di desa kami sempat ada perbedaan pandangan antara Islam dan Kristen. Hal itu lantas berpengaruh pada kehidupan sosial. Namun setelah ada inisiatif pemberian pohon natal, kini keguyuban diantaranya kembali lagi. Kami saling menjaga dan hidup rukun,” kenang Bedy.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...