Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jelang Natal, Ratusan Umat Kristen di Pati Dapat Sembako Gratis

Suasana pembagian beras kepada umat Kristen di depan Klenteng Hok Tik Bio Pati, Sabtu (23/12/2017) sore. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Menjelang Natal, ratusan umat Kristen di Pati mendapatkan sembako gratis. Sembako berupa beras itu diberikan komunitas lintas agama di Klenteng Hok Tik Bio, Pati, Sabtu (23/12/2017).

Pembagian beras kepada 400 warga Kristen tidak mampu di Pati tersebut melibatkan sejumlah pejabat dan tokoh, seperti Anggota DPR RI Firman Soebagyo, Dandim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan, Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan, dan Ketua Gusdurian Pati Edi Siswanto.

Firman memberikan apresiasi kepada komunitas lintas agama di Pati yang sudah menggerakkan acara penyambut Natal dengan pembagian sembako kepada umat Kristen yang tidak mampu.

Menurutnya, aksi tersebut bisa memumpuk semangat persaudaraan dan persatuan di tengah hubungan antarumat beragama yang saat ini tengah dibenturkan pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Akhir-akhir ini, kita diadu domba, hubungan antarumat beragama yang sudah rukun dibenturkan. Kalau aksi di Pati seperti ini ditiru daerah di seluruh Indonesia, saya kira akan semakin merekatkan hubungan antarumat beragama di Indonesia,” ujar Firman.

Sementara, Edi Siswanto menuturkan, tidak semua umat Kristen hidup dalam kecukupan. Sebagian dari mereka masih banyak yang kurang mampu.

Karena itu, mereka butuh bantuan sembako beras supaya bisa digunakan untuk merayakan Natal yang kurang sebentar lagi. “Dengan kepedulian, sesama umat supaya bisa menikmati hidup,” papar Edi.

Maria (52), warga Juwanalan, Pati yang mendapatkan sembako mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah memberinya beras. Rencananya, beras itu akan digunakan untuk makan sehari-hari dan Hari Natal.

Maria sendiri hidup dalam kesederhanaan. Dia hidup sendiri, tidak punya suami maupun anak. Untuk makan sehari-hari, dia bekerja serabutan.

Karena itu, dia bersyukur bisa mendapatkan beras gratis sebanyak lima kilogram. “Terima kasih kepada yang sudah memberi saya beras. Ini akan saya gunakan makan sehari-hari,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...