Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Unik, SD di Wirosari Grobogan ini Punya Bangunan Kelenteng dalam Komplek Sekolahan, Ini Sejarahnya

Sejumlah siswa bermain di depan halaman sd yang memiliki bangunan kelenteng. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ada pemandangan unik dan menarik saat berada di SDN 06 Wirosari, Grobogan. Yakni, keberadaan sebuah tempat ibadah kelenteng di komplek sekolahan yang berada di pinggir jalan raya Purwodadi-Blora itu.

Kelenteng Hok Sioe Bio yang menghadap ke arah selatan itu letaknya persis ditengah bangunan utama. Di sebelah kanan kelenteng ada dua ruangan yang dipakai siswa kelas II dan IV.

Sedangkan disamping kirinya juga ada dua ruangan yang digunakan siswa kelas VI dan ruang guru. Untuk ruang kelas lainnya dan perpustakaan lokasinya ada dibelakang bangunan utama.

”Kelenteng ini masih digunakan untuk ibadah. Tapi, aktivitasnya dilakukan diluar kegiatan sekolah,” ungkap Agus, pria yang sudah 20 tahun jadi penjaga sekolahan itu.

Saat ditanyakan kapan kelenteng itu didirikan, Agus menyatakan tidak tahu. Kemungkinan, kelenteng itu sudah ada 100 tahun lalu.

”Yang saya dengar, kelenteng itu bangunan kuno. Mungkin dibangun zaman Belanda dulu,” jelasnya.

Kepala UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Wirosari Narto ketika dimintai komentarnya mengatakan, dari informasi yang didapat, bangunan kelenteng sudah lebih dulu ada sejak lama.

Kemudian, beberapa tahun kemudian disamping kelenteng didirikan beberapa bangunan untuk sekolahan yang dikelola masyarakat sekitar. Seiring perkembangan waktu, sekolahan itu akhirnya jadi SDN 06 Wirosari sampai sekarang.

”Keberadaan kelenteng tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolahan tersebut. Soalnya, kegiatan dikelenteng selalu dilakukan ketika sekolahan tidak ada kegiatan pembelajaran. Saat ini, aktivitas di kelenteng juga jarang dilakukan, tidak seperti beberapa tahun lalu,” jelasnya.

Status lahan sekolahan tersebut baru diserahkan negara kepada Pemkab Grobogan tahun 2016 lalu. Sebelumnya, lahan seluas 1.911 meter persegi itu statusnya bekas milik warga negara asing (WNA) Tionghoa yang dikuasai negara.  Penyerahan aset ini dilakukan Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Jawa Tengah dan DIY Tavianto Nugroho pada Bupati Grobogan Sri Sumarni, Senin (14/11/2016).

”Di Jawa Tengah total masih ada 62 aset bekas milik asing yang dikuasai negara. Untuk di Grobogan hanya ada satu ini saja dan hari ini sudah diserahkan pada Pemkab,” kata Tavianto saat itu.

Bupati Grobogan Sri Sumarni mengucapkan terima kasih dengan adanya kejelasan status aset tersebut yang sudah diserahkan pada Pemkab Grobogan. Hal itu berdasarkan keputusan Menteri Keuangan No 169/KM.6/2016 tentang penyelesaian status kepemilikan aset bekas milik asing tersebut.
Selanjutnya, Sri meminta pada SKPD terkait, khususnya dinas pendidikan agar menindaklanjuti penyerahan aset ini. Yakni, dengan mencatat aset tanah tersebut dalam buku inventarisasi aset SKPD.

”Kemudian, pada pihak DPPKAD, saya minta untuk segera memproses lebih lanjut dengan mengajukan pengurusan sertifikat. Hal ini perlu dilakukan agar kita punya bukti kepemilikan yang sah dan kuat. Nantinya, juga perlu dibicarakan dengan pengelola klenteng tentang status aset tersebut dan mereka tetap bisa menjalankan aktivitasnya disitu,” tegasnya.  

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...