Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Harga Bawang Merah Merangkak Naik, Petani di Pati Justru Mengeluh

Salah seorang buruh tani tengah memisahkan bawang merah yang bercampur lumpur. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Menjelang Natal dan Tahun Baru, harga sembako di pasaran merangkak naik. Begitu juga harga bawang merah yang sudah mencapai Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu per kilogram di pasar tradisional.

Kendati demikian, petani bawang merah di Pati justru justru mengeluh. Pasalnya, bawang merah yang mereka jual kepada tengkulak hanya dihargai Rp 7 ribu per kilogram.

Padahal, tengkulak semestinya membelinya dengan harga dari Rp 12 ribu sampai Rp 15 ribu per kilogram. Kondisi itu yang dikeluhkan Ngatawi, salah satu petani di Desa Pagerharjo, Wedarijaksa.

“Operasional yang digunakan untuk menanam bawang merah banyak memakan biaya, sehingga harga segitu sudah pasti petani rugi,” ungkapnya, Jumat (22/12/2017).

Untuk bisa menutup biaya operasional bawang merah, harga bawang merah yang dibeli tengkulak paling tidak Rp 12 ribu per kilogram. Sementara untuk bisa untung, tengkulak setidaknya membelinya seharga Rp 15 ribu per kilogram.

Menurut dia, tengkulak memanfaatkan kondisi cuaca buruk yang sering hujan dengan membeli harga murah. Sebab, bila tidak segera dijual, bawang merah akan cepat membusuk.

Sementara petani tidak memiliki fasilitas pengering bawang merah. Akibatnya, mau tidak mau, petani harus segera menjual bawang merah setelah dipanen dengan harga yang ditetapkan tengkulak.

Dia berharap, pemerintah bisa ikut memberikan solusi terkait persoalan tersebut. Dia ingin harga yang dijual dari petani ke tengkulak setidaknya bisa menutup biaya operasional bawang merah.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...