Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ada Kisah Naga Raksasa Putra Aji Saka dari Sumur Garam Desa Crewek Grobogan yang Meletupkan Lumpur

Warga memeriksa luapan lumpur yang muncul dari sumur air asin di Desa Crewek, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Luapan lumpur dari dalam perut bumi secara terus menerus terjadi di Desa Crewek, Kecamatan Kradenan, Grobogan sejak sepekan lalu jadi topik pembicaraan hangat warga sekitar.

Bahan pembicaraan tidak hanya mengenai masalah lumpur yang untuk pertama kalinya muncul dari bekas sumber air pembuatan garam tersebut saja.

Namun, ada tema lain yang kembali dibicarakan banyak orang. Yakni, mengenai asal mulanya terdapat sumber air asin di Desa Crewek.

Dari cerita turun temurun, sumber air garam ada hubungannya dengan sosok ular naga yang bernama Joko Linglung. Binatang melata ini konon kabarnya merupakan anak dari tokoh legenda Aji Saka yang berwujud ular raksasa.

Oleh Aji Saka, ular ini diperintahkan untuk membunuh Prabu Dewata Cengkar yang berubah wujud jadi buaya putih dan bersembunyi di Laut Selatan. Jika perintah itu berhasil dilaksanakan, Aji Saka akan mengakui Joko Linglung sebagai putranya.

Sumur air asin yang mengeluarkan luapan lumpur inilah yang diyakini sebagai tempat munculnya Joko Linglung, naga raksasa putra Aji Saka. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Singkat cerita, Joko Linglung akhirnya berhasil mengalahkan buaya putih jelmaan Dewata Cengkar melalui pertarungan seru di Laut Selatan.

Setelah tugasnya selesai, Joko Linglung bermaksud menemui Aji Saka yang jadi penguasa Kerajaan Medang Kamulan. Kerajaan ini diyakini pernah berdiri di Dusun Medang, Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan.

Agar tidak menimbulkan ketakutan, dari Laut Selatan Joko Linglung melakukan perjalanan dengan menerobos bumi. Sepanjang perjalanan, beberapa kali Joko Linglung muncul ke permukaan tanah untuk menghirup udara, sekaligus mencari tahu sudah sampai di mana perjalanannya.

Ada beberapa tempat yang jadi munculnya Joko Linglung dalam perjalanan menuju Medang Kamulan guna bertemu Aji Saka. Pertama, Joko Linglung muncul di Desa Crewek. Kemudian, muncul kedua di Desa Jono, Kecamatan Tawangharjo, dan terakhir di Bledug Kuwu.

Di tempat kemunculan terakhir inilah Joko Linglung akhirnya bertemu Aji Saka dan diakui sebagai anaknya.

Baca : Kena Gempa, Luapan Lumpur Muncul dari Bekas Sumber Garam Desa Crewek Grobogan

Bekas tempat munculnya Joko Linglung ini kemudian menjadi sebuah sumur yang airnya asin. Disebut-sebut sumber air di sumur itu merupakan rembesan dari air Laut Selatan. Oleh warga sekitar, sumber air asin dimanfaatkan untuk membuat garam selama ratusan tahun.

“Dari cerita legenda turun temurun memang seperti itu kisahnya. Saat kecil, saya juga didongengkan cerita legenda itu,” kata Kades Crewek Seno Purwoto, Jumat (22/12/2017).

Menurutnya, dari tiga tempat munculnya Joko Linglung itu, proses pembuatan garam sampai saat ini tinggal ada di dua tempat. Yakni, di Desa Jono, Kecamatan Tawangharjo, dan di obyek wisata Bledug Kuwu.

Sedangkan pembuatan garam di Desa Crewek sudah berhenti sekitar 10 tahun terakhir karena harganya dinilai kurang ekonomis.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Awas, Ada Raja Pemakan Manusia di Medang Kamulan Grobogan!

Comments
Loading...