Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Balita Pasien Difteri Meninggal di RS Kariadi Semarang

432
Ilustrasi

MuriaNewsCom, Semarang – Satu dari tiga pasien difteri yang ditangani di RSUP dr Kariadi Semarang, meninggal dunia. Pasien yang meninggal merupakan balita laki-laki berusia 4 tahun, dari Kabupaten Kendal.

Balita itu dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang, pada Selasa (12/12/2017) malam dalam kondisi parah. Tim dokter langsung melakukan penanganan di ruang isolasi IGD. Namun bocah tersebut tak bisa diselamatkan.

”Pasien meninggal pagi tadi pukul 02.00 WIB,” kata dokter sepesialis anak RSUP dr Kariadi Semarang, dr Hapsari SpA (K), kepada wartawan.

Ia mengatakan, pasien tersebut merupakan rujukan dari RSI Kendal. Saat dirujuk ke RS Kariadi, kondisi bocah tersebut sudah sangat parah.

”Saat datang keadaan sudah komplikasi, mengalami sesak nafas berat. Pembesaran kelenjar, ditengarai komplikasi jantung,” ujarnya.

Ia menyebut, tim medis sudah melakukan penanganan serius. Termasuk memberikan serum anti difteri. Selain itu, tim medis juga sudah merencanakan untuk melakukan trakeostomi karena selaput membran di tenggorokan sudah menutup saluran pernafasan. Namun anak tersebut meninggal dunia dini hari tadi.

Menurutnya, korban sudah terserang diferi sejak 5-6 hari. Namun kemungkinan karena ketidaktahuan tentang gejalan difteri oleh pihak keluarga, sehingga penanganan terlambat.

“Sudah 5 atau 6 hari (menderita Difteri). Demam tidak tinggi, nyeri saat menelan, ngorok, kemudian dibawa ke RSI Kendal. Kemungkinan ketidaktahuan. Ini meninggalnya karena sumbatan pernafasan,” terang Hapsari. 

Selain pasien dari Kendal yang meninggal dunia, ada dua pasien difteri lagi yang tengah dirawat di RSUP dr Kariadi. Dua pasien ini saat ini kondisinya sudah mengalami perkembangan.

Hapsari menyebut, dua pasien itu dirujuk ke RSUP dr Kariadi pada Senin (11/12/2017) lalu. Satu pasien perempuan usia 6 tahun, berasal dari Kabupaten Batang yang dirujuk RSI Kendal. Dan satu pasien laki-laki usia 15 tahun dari Demak.

Dua pasien itu menurut dia, menderita difteri ringan dan bisa ditolong. Saat ini keduanya berada di ruang isolasi bangsal anak.

“Keduanya sudah Difteri. Kriteria Difteri yang perempuan tadi di tonsil, amandel. Yang laki-laki di faring, tenggorokan. Difteri ringan,” ujarnya. 

Ia menyebut, kedua pasien dalam kondisi baik, dan tinggal memberikan antibiotik selama 10 hari. Sebelum keluar dari ruang isolasi, tim medis akan melakukan pencarian kuman difteri selama dua kali.

Dalam dua kasus tersebut, pasien anak perempuan sudah menjalankan vaksinasi lengkap, sehingga difteri yang diderita ringan dan bisa segera diobati. Namun untuk pasien laki-laki ada vaknisasi yang terlewat.

Editor : Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.