Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Rawan Kecelakaan, Warga Desak Pemasangan Palang di Perlintasan Desa Sedadi Grobogan

Perlintasan kereta api di Desa Sedadi, Kecamatan Penawangan belum dilengkapi palang pintu dan penjaga. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganSejumlah warga meminta agar perlintasan kereta di Desa Sedadi, Kecamatan Penawangan segera dibuatkan palang perlintasan kereta api. Langkah itu diperlukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan di kemudian hari.

Sebelumnya, usulan untuk pembuatan palang pintu di perlintasan tersebut sudah sering dikemukakan. Namun, sampai saat ini, pembuatan palang pintu belum kunjung direalisasikan.

Dari keterangan warga, selama ini sudah beberapa kali terjadi kecelakaan antara kendaraan bermotor dengan kereta. Kecelakaan terbaru menimpa truk molen yang terjadi Selasa (12/12/2017) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Beruntung, dalam kejadian ini, sopir truk hanya mengalami luka ringan meski kendaraannya ringsek.

Sekitar tiga bulan sebelumnya, peristiwa kecelakaan juga terjadi di lokasi yang sama. Terakhir, adalah tertabraknya mobil Xenia oleh kereta barang, Kamis (21/9/2017) sekitar pukul 06.40 WIB.

”Perlintasan di sini memang rawan kecelakaan. Peristiwa kecelakaan sudah beberapa kali terjadi. Tapi, setahu saya, kecelakaan di sini belum pernah menimbulkan korban jiwa,” cetus Budiyono, warga setempat.

Menurut warga, belum dipasangnya palang pintu di lokasi itu juga dinilai cukup mengherankan. Alasannya, jalan raya yang dilalui perlintasan itu statusnya milik kabupaten dan arus lalu lintasnya cukup padat karena jadi akses antar kecamatan.

Selain itu, perlintasan yang berada di sebelah barat sungai Serang tersebut juga dekat dengan Stasiun Sedadi. Jarak perlintasan dengan kantor stasiun hanya sekitar 300 meter saja. Dengan kondisi itu, pemasangan palang pintu harusnya jadi skala prioritas.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Grobogan Agung Sutanto menyatakan, sejauh ini memang masih ada banyak perlintasan kereta yang tidak berpintu dan ada penjaganya. Dari pendataan yang dilakukan, jumlah perlintasan  keseluruhan ada 139 titik. 

Perlintasan ini terbentang dari arah barat ke timur. Mulai Kecamatan Tegowanu, Tanggungharjo, Kedungjati, Gubug, Godong, Karangrayung, Penawangan, Purwodadi, Toroh, Pulokulon, Geyer, Kradenan, dan Gabus.

Dari 138 titik ini, baru 13 titik perlintasan yang dilengkapi pintu atau dijaga petugas. Sementara titik perlintasan lainnya belum ada pintu maupun penjaganya. Beberapa perlintasan  yang arus lalu lintasnya cukup ramai biasanya ada penjaga swadaya.

Menurut Agung, selain memasang rambu peringatan, Pemkab Grobogan juga mengajukan bantuan pembuatan palang pintu perlintasan sebidang kereta pada pihak Kementrian Perhubungan. Permintaan bantuan disebabkan belum adanya biaya dari dinasnya untuk membangun palang pintu. Bantuan pembuatan palang pintu diajukan untuk 11 titik.

“Surat permohonan bantuan ditandatangani bupati dan sudah kita kirimkan akhir Mei lalu. Totalnya permohonan bantuan ada 11 titik perlintasan sebidang yang tersebar di beberapa kecamatan,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...