Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bupati Nias Barat Belajar ke Grobogan, Ini yang Dipelajari

Bupati Grobogan Sri Sumarni menerima kunjungan kerja Bupati Nias Barat Faduhusi Daely, Senin (11/12/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganBupati Nias Barat, Provinsi Sumatera Utara Faduhusi Daely melangsungkan kunjungan kerja ke Grobogan, Senin (11/12/2017). Dalam kunjungannya, Faduhusi didampingi istri dan sejumlah pejabat serta salah satu adik kandungnya yang kebetulan bekerja disalah satu bank swasta di Grobogan.

Rombongan Bupati Nias Barat diterima langsung Bupati Grobogan Sri Sumarni didampingi sejumlah pejabat. Antara lain, Asisten III Padmo, Kepala DPUPR Subiyono, dan Kepala DPPKAD Wahyu Susetijono.

Menurut Faduhusi, pihaknya sengaja melakukan kunjungan ke Grobogan karena banyak keberhasilan yang sudah diraih selama ini. Terutama, dalam bidang pertanian, pembangunan infrastruktur dan inovasi dalam menggali sumber pendapatan asli daerah (PAD).

”Saya banyak terima informasi keberhasilan di Grobogan ini. Salah satunya dari adik saya yang kebetulan bekerja disini,” katanya.

Faduhusi menyatakan, Kabupaten Nias Barat baru berdiri sekitar delapan tahun lalu, pasca terjadinya bencana tsunami. Sejauh ini, masih banyak hal yang perlu dibenahi agar tidak tertinggal dengan wilayah lainnya.

Kabupaten Nias Barat memiliki 8 kecamatan dengan 115 desa. Jumlah penduduknya hanya sekitar 92 ribu jiwa.

”PAD kami juga masih minim, cuma sekitar Rp 15 miliar. Sedangkan APBD kami nilainya berkisar Rp 500 miliar saja. Dibandingkan dengan Grobogan, PAD dan besaran ABPB kami jauh sekali. Di Grobogan punya PAD sampai Rp 450 miliar dan APBD nya lebih Rp 2 triliun,” tambah Faduhusi.

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyatakan, sejauh ini, potensi pertanian memang jadi andalan. Soalnya, sebagian besar penduduk bergelut dalam bidang pertanian.

”Kabupaten Grobogan saat ini merupakan salah satu daerah penyangga pangan nasional. Komoditas andalan kita adalah padi, jagung, dan kedelai atau pajale. Dalam bidang pertanian ini kita sering dapat juara nasional,” ungkapnya.

Untuk pembangunan infrastruktur khususnya jalan, memang jadi skala prioritas. Upaya untuk membangun jalan rusak juga dilakukan dengan dana pinjaman dari pihak ketiga.

”Tahun 2017 ini, alokasi dana perbaikan jalan sekitar Rp 400 miliar. Dari jumlah ini, sekitar Rp 200 miliar didapat dari dana pinjaman. Untuk meningkatkan PAD, kami memang meminta agar terus menggali potensi yang bisa didapat,” sambungnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...