Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Sindiran Tower dari Kayu Jati Langsung Direspon, Telkomsel Bakal Bangun BTS di Keyongan Grobogan

Tim dari Telkomsel saat melakukan survei sinyal HP di Desa Desa Keyongan, Kecamatan Gabus, Grobogan, Sabtu (9/12/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Berita mengenai pendirian tower dari kayu jati yang dilakukan pemuda dari Desa Keyongan, Kecamatan Gabus, Grobogan, sebagai sindiran karena susahnya mendapatkan sinyal telepon di desa itu langsung mendapat respon dari Telkomsel.

Provider seluler ini akan membangun tower  Base Transceiver Station (BTS) di desa terpencil tersebut. Sabtu (9/12/2017) hari ini, pihak Telkomsel sudah mengirim tim ke Desa Keyongan untuk melakukan survei lokasi.

Kades Keyongan Budi Hartono ketika dihubungi, membenarkan adanya beberapa orang dari Tekomsel yang datang ke desanya.

Tujuannya, untuk mengumpulkan serangkaian data yang diperlukan sekaligus melihat kondisi geografis dan melakukan survei sinyal handphone.

Menurut Budi, tim dari Telkomsel akan berupaya membantu kesulitan sinyal yang selama ini dirasakan warganya.

Baca : Demi Sinyal HP, Pemuda Keyongan Grobogan Bikin Tower dari Kayu Jati

Upaya itu bisa dilakukan dengan membuat tower atau memasang alat khusus untuk memancarkan sinyal. Nantinya, pihak desa diminta membantu menyiapkan lahan jika memang diperlukan.

“Soal nantinya dibuatkan tower atau tidak, belum ada kepastian. Saat ini masih survei awal. Yang jelas, pihak Telkomsel akan membantu agar sinyal HP di tempat kami mudah ditangkap. Kami dari pihak desa pasti siap memberikan dukungan karena memang sangat dibutuhkan,” jelas Budi saat dihubungi lewat telepon.

Ia menambahkan, akses komunikasi dengan handphone selama ini memang masih sulit dilakukan, karena susahnya sinyal. Untuk bisa mendapatkan sinyal harus mencari di tempat ketinggian atau memasang antenna khusus. Selain itu, akses komunikasi seringkali dilakukan menggunakan pesawat HT.

“Ini, telepon saya bisa dihubungi karena sedang ada di Purwodadi. Kalau masih dikampung sulit ditelpon. Tim survei masih di lokasi dan saya minta Pak Sekdes untuk mendampingi,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...