Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jembatan Remuk Dilindas Truk Batu di Asemrudung Grobogan Bakal Ditangani Darurat

Truk bermuatan batu terperosok saat melintasi jembatan di Desa Asemrudung, Kecamatan Geyer, beberapa hari lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Perbaikan jembatan di Desa Asemrudung, Kecamatan Geyer, Grobogan akan segera dilakukan. Namun, perbaikan masih bersifat darurat.

“Sementara kita tangani secara darurat dulu agar kendaraan bisa melintas dengan aman. Setelah itu, baru kita agendakan perbaikan permanen,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Grobogan Subiyono, Sabtu (9/12/2017).

Menurut Subiyono, pihaknya sudah melakukan pengecekan ke lokasi jembatan tersebut. Secara keseluruhan, konstruksi jembatan masih kokoh tiang penyangganya. Namun, hanya landasannya saja yang perlu diperkuat, karena masih terbuat dari kayu.

Jembatan yang berada di Dusun Ngasem itu, sebelumnya sempat jebol landasannya tiga hari lalu. Hal itu disebabkan adanya truk penuh muatan batu yang nekat melewati jembatan.

Banyaknya beban mengakibatkan landasan yang terbuat dari kayu jebol dan roda truk sempat terperosok.

Adanya truk yang terperosok di tengah jembatan sempat bikin kalang-kabut warga setempat. Soalnya, jalur tersebut merupakan akses antardesa yang ramai dilalui kendaraan.

Akses transportasi dari kedua arah sempat terhenti beberapa jam sampai truk bermuatan batu tersebut bisa dievakuasi. Sejumlah warga, bahkan sempat memilih turun menyeberangi sungai yang kebetulan airnya tidak begitu dalam saat itu.

“Landasan jembatannya nanti kita perkuat. Kita juga minta pihak terkait untuk membantu membatasi kendaraan bermuatan yang lewat disitu,” ujarnya.

Subiyono menjelaskan, akses kendaraan yang melintasi jalur tersebut akhir-akhir ini memang ada peningkatan. Hal itu terjadi setelah ruas jalan milik kabupaten yang sebelumnya rusak parah, sudah diperbaiki sebagian dengan konstruksi beton.

“Prioritas kita memang perbaikan jalan dulu. Setelah jalan bagus baru jembatan kita perbaiki. Kami berharap agar kendaraan bermuatan melebihi tonase jangan lewat dulu sampai jembatan itu kita perbaiki permanen,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...