Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Semarang Outer Ring Road Tak Jelas Kapan Dibangun

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Semarang – Proyek pembangunan Semarang Outer Ring Road (SORR) hingga kini masih terkatung-katung. Pemkot Semarang belum bisa memastikan kapan pembangunan fisik bisa segera dilaksanakan.

Penyebab terkatung-katungnya pembangunan fisik ini karena pembebasan lahan warga yang alot. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Iswar Aminuddin menyebut, proses pembebasan lahan terkendala adanya penolakan dari warga.

“Ada keberatan warga. Tapi kan saat ini prosesnya masih penghitungan appraisal dan kemudian baru negosiasi. Ini masih kami kejar pembebasan lahan itu,” kata Iswar, Jumat (8/12/2017).

Menurutnya, Pemkot Semarang telah menganggarkan Rp 15 miliar pada 2017 ini untuk proses pembebasan lahan. Namun hingga penghujung 2017 ini, anggaran tersebut belum terpakai.

Iswar menuturkan, proyek pemerintah pusat dari Arteri Yos Yudarso Semarang sampai ke Kaliwungu, Kendal, tersebut diperkirakan menelan anggaran mencapai Rp 1,4 triliun. Pemkot Semarang mendapat tugas untuk pembebasan lahan warga yang diperkirakan membutuhkan dana sampai Rp 900 miliar.

 “Untuk pembebasan lahan butuh anggaran besar. Kami nyicil tiap tahunnya. 2017 ini ada Rp 15 miliar dan 2018 mendatang kami anggarkan Rp 50 miliar,” jelasnya.

Ditambahkan, analisa dampak mengenai lingkungan (Amdal) dan detail enginering desain (DED) proyek SORR telah selesai. Meski demikian, proyek fisik belum bisa dipastikan kapan akan dimulai.

Alasannya, pemerintah pusat sebagai pelaksana juga belum merumuskan gambaran proyek yang sudah direncanakan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kota Semarang.

“Yang penting kami siapkan dulu lahannya karena tugas Pemkot itu pembebasan lahan. Kemudian baru dilanjutkan pembangunan fisik Semarang Outer Ringroad oleh pemerintah pusat,” paparnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, meminta DPU untuk membangun komunikasi yang baik dengan warga yang lahannya akan terdampak proyek tersebut.

pemilik lahan yang akan dibebaskan lahannya untuk pengerjaan proyek Semarang outer ring road (SORR) atau jalur lingkar luar Semarang.

“Harus ada komunikasi yang baik dalam proses pembebasan itu. Masa sampai sekarang belum ada pembebasan lahan. Ini akan jadi bahan evaluasi kami di DPRD agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut,” kata dia.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...