Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ini Syarat Program Si “Bolang Mahir” Pulang Melahirkan Langsung Dapat Akta dan KK

Ibu melahirkan di Kudus langsung mendapatkan akta kelahiran anaknya, sebelum pulang dari rumah sakit. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mempunyai program Si Bolang Mahir. Yakni sebuah program two in one, ketika ibu melahirkan pulang langsung bisa bawa pulang akta kelahiran dan kartu keluarga (KK).

Untuk bisa mengikuti program yang mempunyai kepanjangan Si Buah Hati Lahir, Pulang Bawa Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga ini pun syaratnya cukup mudah.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus, Hendro Martoyo mengatakan, syarat yang harus disiapkan orang tua bayi yakni cukup dengan surat keterangan lahir dari dokter rumah sakit atau puskesmas.

Orang tua bayi juga harus menyiapkan fotokopi surat nikah atau akta kawin yang dilegalisir, kartu keluarga asli, dan nama anak. Dengan syarat-syarat itu, maka akta kelahiran sudah langsung bisa dibawa pulang.

Akta kelahiran adalah salah satu dokumen administrasi kependudukan yang harus dimiliki warga negara ini.

Mudahnya proses pembuatan yang ada, memang sudah diamanatkan dalam undang-undang, peraturan presiden, hingga surat edaran menteri.

Hal itu tertuang pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Nomor 471/1768/SJ tertanggal 12 Mei 2016, menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Kependudukan.

Semua demi melaksanakan Undang-Undang Nomor 23/2006 dan Undang-Undang Nomor 24/2013 tentang Administrasi Kependudukan.

Disdukcapil Kudus juga terus melakukan sosialisasi dan terobosan untuk memaksimalkan penerbitan akta kelahiran.

Saat ini pemerintah pusat tengah gencar untuk menargetkan setiap daerah terkait kepemilikan akta kelahiran penduduk umur 0 sampai 18 tahun. Pemerintah pusat menargetkan kepemilikan akta sampai 85 persen. ”Kami yakin mampu memenuhi target tersebut,” jelasnya.

Dari data yang ada sampai November 2017, untuk jumlah penduduk sampai usia 18 tahun mencapai 238.341 jiwa. Sementara yang sudah memiliki akta kelahiran mencapai 200.836 jiwa.

Sehingga capaiannya sudah sebesar 84,26%. Pihaknya optimistis jika sampai akhir tahun nanti, bisa mencapai 85% sesuai dengan target dari pemerintah pusat. ”Untuk itu, kami terus melakukan upaya agar masyarakat semakin sadar untuk mengurus akta kelahiran,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...